
HAMILTON – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada Kamis (12/12/2024) dengan tegas mengutuk pelanggaran serius dan berulang terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Suriah yang dilakukan oleh Israel. Ia mendesak penghentian segera atas serangan-serangan tersebut.
Dalam konferensi pers, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa Sekjen sangat prihatin atas ratusan serangan udara Israel yang terjadi di berbagai wilayah Suriah. Guterres menekankan perlunya de-eskalasi kekerasan di seluruh wilayah tersebut.
Guterres juga menegaskan pentingnya mematuhi perjanjian pelepasan pasukan tahun 1974 antara Israel dan Suriah. Perjanjian itu menetapkan zona penyangga dan area demiliterisasi yang diawasi oleh Pasukan Pengamat Pelepasan Pasukan PBB (UNDOF) untuk menjaga gencatan senjata setelah Perang Timur Tengah 1973. Ia mengutuk segala pelanggaran terhadap perjanjian ini.
Dujarric menyerukan kepada semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka sesuai perjanjian, termasuk mengakhiri keberadaan ilegal di zona pemisah. Ia juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat mengancam gencatan senjata dan stabilitas di Dataran Tinggi Golan.
Dalam pernyataannya, Dujarric menekankan pentingnya dukungan untuk transisi yang inklusif dan teratur di Suriah, serta memastikan bahwa senjata di negara tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah. Ia juga menyoroti perlunya menghormati kedaulatan Suriah oleh semua pihak.
“Selagi menjaga ketertiban umum, penting untuk mendukung pengaturan transisi yang kredibel, teratur, dan inklusif di Suriah,” kata Dujarric.
Ketika ditanya tentang klaim Israel bahwa serangan tersebut bertujuan mencegah senjata jatuh ke “tangan yang salah,” Dujarric menyatakan bahwa banyak negara sering menggunakan alasan serupa untuk melanggar kedaulatan negara lain. Namun, ia menegaskan bahwa pelanggaran berulang terhadap kedaulatan Suriah sangat memprihatinkan.
Pada Minggu (9/12/2024), pasukan Israel merebut zona penyangga di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa perjanjian pelepasan pasukan yang diawasi PBB dengan Damaskus tidak lagi berlaku.
Israel diketahui telah meluncurkan ratusan serangan udara yang menargetkan pangkalan militer, stasiun pertahanan udara, markas intelijen, serta gudang senjata di seluruh Suriah.
Sementara itu, pasukan anti-rezim berhasil merebut Damaskus pada Minggu, memaksa Presiden Bashar al-Assad melarikan diri ke Rusia. Peristiwa ini menandai berakhirnya perang saudara selama 13 tahun sekaligus mengakhiri 53 tahun kekuasaan keluarga Assad.




