Washington-Nasib Muslim di Benua Biru semakin memburuk menyusul gelombang pengungsi yang terjadi dalam setahun terakhir. Hal ini juga semakin meningkatkan islamphobia di Eropa.
Data terbaru dari penelitian yang dilakukan oleh Pew Research menunjukkan bahwa sentimen anti-Islam di Eropa terus mengalami peningkatan, The Telegraph melaporkan, Selasa (12/07/2016).
Gelombang pengungsi yang datang dari negeri mayoritas Muslim telah memicu perdebatan panas di Eropa mengenai kebijakan imigrasi Uni Eropa. Hal itu pula yang dianggap menjadi motivasi Inggris untuk keluar dari blok tersebut.
Di Inggris, Islamophobia meningkat 9 persen menjadi 28 persen. Di Spanyol dan Italia, orang-orang yang tidak suka terhadap Islam meningkat 8 persen, menjadi 50 persen dan 69 persen secara berturut-turut. Di Yunani peningkatannya lebih tinggi lagi, dari 53 persen pada 2014 menjadi 65 persen tahun ini.
Secara keseluruhan, dari 10 negara yang disurvei oleh Pew, sekitar 59 persen warga Eropa menganggap bahwa meningkatnya jumlah pengungsi sama dengan meningkatnya ancaman serangan terorisme di negara mereka. Angka Islamophobia di negara-negara itu bahkan lebih besar ketika ditanya tentang efek ekonomi dan tingkat kriminalitas yang mungkin terjadi.
Di Hungaria, 76 persen responden menghubungkan pengungsi dengan terorisme, sementara 71 persen warga Polandia mengatakan hal serupa. Spanyol menjadi negara terendah yang penduduknya menganggap bahwa pengungsi berhubungan dengan terorisme dengan 40 persen.





