
Taiwan dengan kemajuan ekonomi dan teknologi serta keindahan alamnya menawarkan sejumlah destinasi dan program wisata bagi para pelancong dari Indonesia yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Ada wisata belanja, kuliner, natur atau keindahan alam dan wisata romantis yang bakal membuat para wisatawan sangat terkesan , “ tutur Direktur Pusat Informasi Wisata Taiwan (TTIC)dalam acara Pemutaran Video Pariwisata Perdana Indonesiaa-Taiwan  di Jakarta, Jumat (21/2).
Dalam acara itu, Dubes Taiwan untuk Indonesia Hung Chen-Jung mengumumkan penobatan puteri Indonesia berdarah Manado Mikha Tambayong sebagai Duta Pariwisata Taiwan dan pengenaan  selempang oleh Direktur Pariwisata Taiwan di Jakarta, Zhou Shi Bi.
Sebagai Duta Wisata, Mikha akan melakukan tugasnya mengenalkan dan mempromosikan pariwisata Taiwan dan meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia ke salah satu negara maju di Asia Timur itu sebagai destinasi utama.
Pada perjalanan perdananya mengikuti shuting ke sejumlah destinasi wisata di Taiwan November 2024, Mikha a.l mengungjungi gedung pencakar langit Menara 101 yang merupakan salah satu gedung tertinggi di dunia (508 m). .
Mikha mengaku takjub dengan pesona Taman Yeh Liu Geo di utara Taipei yang terbentuk dari batu batu karang di tepi laut   menyerupai kepala ratu, juga panorama perbukitan dan pegunungan Danau Sun Moon atau Matahari Bulan di kota kecil Yuchi, Kabupaten Nantau.
Museum Qi Mei di kota Taian yang mengoleksi ragam artefak dan fosil, senjata kuno, biola berukuran besar, lukisan, patung dan peninggalan benda-benda seni lain juga menjadi daya tarik para  pelancong dari manca negara.
Menyampaikan kesan selama sepekan perjalanan shuting di Taiwan, Mikha menyebutkan selain keindahan alam pantai, Â danau dan ragam kulinernya, penduduk Taiwan juga toleran dan ramah bagi turis muslim Indonesia.
Dari Januari sampai November 2024, lebih 200 ribu pelancong Indonesia mengunjungi Taiwan yang berpeluang menarik lebih banyak lagi mengingat 30 persen dari 273 juta penduduk Indonesia adalah keturunan Tionghoa yang memiliki hubungan bathin dan emosional dengan negara itu.
Taiwan dengan nama resmi Republik Tiongkok berkedudukan di  Pulau Foromosa  dan sejumlah pulau di sekitarnya berpenduduk sekitar 24 juta jiwa, walau belum diakui PBB termasuk negara maju yang menjalin hubungan ekonomi dengan banyak negara termasuk RI.
RI merupakan mitra perdagangan terbesar ke-14 dengan nilai ekspor 3 miliar dollar AS dan impor 7,4 miliar dollar AS atau total Rp10,4 miliar dolar AS (Rp160,4 triliun) pada 2023, sedangkan investasinya juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun yang sama, tiga investor negara itu menanamkan modanya senilai Rp15 triliun di bidang hilirisasi pertambangan di Indonesia.
Bagi warga Indonesia yang hendak melancong ke kawasan Asia Timur, Taiwan agaknya adalah destinasi yang tidak bisa ditinggalkan. (TETO/ns)




