JAKARTA, KBKNews.id – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa hampir 600 anak-anak Palestina tewas dan lebih dari 1.600 lainnya terluka akibat serangan terbaru Israel di Jalur Gaza sejak pertengahan Maret 2025.
Data tersebut diperoleh dari Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), yang menunjukkan bahwa sejak Israel kembali melancarkan serangannya pada 18 Maret, situasi kemanusiaan di Gaza memburuk drastis.
“Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini berpeluang ada pada titik terburuk sejak Oktober 2023,” demikian pernyataan UNRWA, dilansir dari Anadolu.
Padahal, sebelumnya Israel dan kelompok perlawanan Palestina telah mencapai kesepakatan gencatan senjata serta pertukaran tahanan pada Januari lalu.
Namun, konflik kembali memanas sejak pertengahan Maret, dengan total korban tewas mencapai 1.864 orang dan hampir 4.900 orang terluka.
Secara keseluruhan, sejak awal serangan besar Israel pada Oktober 2023, lebih dari 51.200 warga Palestina telah meninggal dunia di Gaza, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait tindakan militernya di Jalur Gaza.





