JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq memyatakan timnya telah melakukan pengawasan intensif terhadap empat lokasi penambangan nikel di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menyusul laporan masyarakat terkait potensi kerusakan lingkungan.
Hanif menjelaskan Kementerian LHK langsung menurunkan tim pengawas ke empat lokasi tambang, yakni di PT Gag Nikel (PT GN), PT Kawei Sejahtera Mining (PT KSM), PT Anugerah Surya Pratama (PT ASP) dan PT Mulia Raymond Perkasa (PT MRP), pada 26–31 Mei 2025.
“Kami menanggapi laporan masyarakat dengan serius dan melakukan verifikasi lapangan,” ujarnya, Ahad (8/6/2025).
Menteri Sumber Daya Mineral (ESDM) juga sudah melakukan kunjungan lapangan. Hanif mengatakan saat tim Kementerian Lingkungan Hidup memeriksa laporan masyarakat di Raja Ampat, ia sedang tengah menangani kasus lingkungan di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah, sehingga tidak bisa langsung ke Raja Ampat.
Namun, ia menegaskan akan segera menyusul tim pengawas dalam beberapa hari ke depan setelah menangani persoalan kualitas udara di Jakarta. Raja Ampat, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global dengan 75 persen spesies koral dunia, menjadi area sensitif. Hanif menekankan, 97 persen wilayah kabupaten tersebut merupakan kawasan hutan, terdiri dari cagar alam, suaka margasatwa, dan hutan lindung.
“Ekosistem Raja Ampat ini harus kita jaga dengan sangat hati-hati karena biodiversitasnya yang cukup sangat tinggi dengan berbagai macam flora dan fauna yang ini maka Raja Ampat menjadi suatu titik sentral di pemerintah kita yang memang harus kita perlu kelola dengan sangat bijaksana,” katanya, dilansir Republika.co.id.





