Mengapa Usus Bisa Cepat Menua? Ini 10 Penyebab Utamanya

Ilustrasi. (Foto: practo.com)

JAKARTA, KBKNews.id – Menjaga kesehatan saluran pencernaan sangat penting agar proses penuaan berjalan secara optimal. Namun, sejumlah kebiasaan harian tanpa disadari justru bisa mempercepat proses penuaan usus.

Berikut penjelasan para ahli sebagaimana dihimpun dari EatingWell mengenai kebiasaan yang bisa mempercepat penurunan fungsi usus.

1. Terlalu Sering Makan Makanan Itu-Itu Saja

Agar usus tetap sehat, diperlukan keragaman mikrobioma usus. Salah satu cara mewujudkannya adalah dengan memperkaya pola makan menggunakan berbagai jenis makanan berbasis tumbuhan yang minim proses.

Ahli gizi Amanda Sauceda MS, RD menyarankan untuk rutin mengonsumsi serat dari beragam jenis makanan guna mendukung fungsi usus.

2. Lebih Sering Ngemil Dibanding Makan Besar

Kebiasaan ngemil terus-menerus dan makan di waktu larut malam dapat mengganggu proses alami pembersihan usus.

Menurut Marcie Vaske, pakar kesehatan pencernaan dari Oswald Digestive Clinic, usus memerlukan waktu istirahat selama 4–5 jam untuk melakukan proses pembersihan yang disebut migrating motor complex (MMC). Terlalu sering ngemil dapat menghentikan proses ini.

3. Stres Berkepanjangan

Stres dapat berdampak buruk pada pergerakan usus, sensitivitas, dan fungsi penghalangnya. Menurut ahli gastroenterologi Asma Khapra, stres juga dapat mengganggu mikrobioma usus dan menyebabkan disbiosis.

Hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan mempercepat penuaan usus. Karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik.

4. Kekurangan Asupan Serat

Serat sangat penting untuk memelihara kerja saluran cerna. Alyssa Simpson, spesialis pencernaan, menekankan bahwa tanpa serat yang cukup, bakteri baik akan kekurangan nutrisi, dan lapisan pelindung usus dapat rusak. Kondisi ini membuat usus lebih mudah mengalami peradangan dan penurunan fungsi secara dini.

5. Mengabaikan Gejala Gangguan Pencernaan

Jika gejala seperti kembung, asam lambung naik, diare, atau sembelit terus diabaikan, bisa jadi ini tanda adanya gangguan serius seperti disbiosis atau kebocoran usus. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mempercepat kerusakan usus.

6. Jarang Mengonsumsi Makanan Fermentasi

Makanan fermentasi seperti yogurt, kimchi, dan kombucha mengandung probiotik alami yang dapat membantu menjaga kesehatan saluran cerna.

Amanda Sauceda menjelaskan, makanan ini juga membantu memperbaiki daya cerna dan mengurangi peradangan.

7. Penggunaan Obat-obatan secara Berlebihan

Alyssa Simpson memperingatkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak bijak bisa merusak keseimbangan bakteri baik di usus.

Selain itu, obat-obatan seperti ibuprofen dan antasida jika dikonsumsi jangka panjang dapat mengganggu fungsi pencernaan dan merusak lapisan pelindung usus.

8. Kurang Aktivitas Fisik

Olahraga tidak hanya baik untuk kebugaran, tetapi juga mendukung fungsi otot usus dan memperbaiki keseimbangan mikrobioma. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin berolahraga cenderung memiliki kesehatan usus yang lebih baik.

9. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Minuman beralkohol jika dikonsumsi berlebihan dapat merusak lapisan usus dan menyebabkan usus bocor. Alkohol juga bisa mengubah komposisi mikrobioma, yang dapat meningkatkan populasi bakteri jahat dan menyebabkan peradangan kronis.

10. Kurang Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas erat kaitannya dengan kesehatan usus. Kurangnya tidur dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma, sehingga disarankan tidur 7–9 jam per malam untuk mendukung fungsi usus.

Kesepuluh kebiasaan tersebut dapat mempercepat penuaan usus jika dibiarkan terus-menerus. Namun, perubahan ke arah yang lebih sehat masih bisa dilakukan agar fungsi usus tetap terjaga optimal seiring bertambahnya usia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here