Yuk saksikan hujan Meteor,  22 Juni

Hujan meteor yang merupakan fenomena astronomis akan terjadi pada 22 Juni dan puncaknya pada 27 Juni. (ilustrasi: English jagran)

HUJAN  Meteor Bootid  yang merupakan fenomena  astronomis akan muncul, menghiasi langit diperkirakan pada Minggu 22 Juni dan mencapai fase puncaknya, Jumat 27 Juli

BBC melaporkan (5/6) lalu, hujan meteor ini bisa menghasilkan ratusan atau lebih meteor dalam satu jam pada fase puncaknya.

Sementara Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin juga mengonfirmasi, langit akan dihiasi Hujan Meteor Bootid pada tanggal tersebut.

Ia menyatakan, hujan Meteor Bootid dapat disaksikan di Indonesia, termasuk pada fase puncaknya. “Waktu puncak 26-27 Juni dan waktu pengamatan pukul 22.00 WIB-03.00 WIB,” katanya  kepada kompas.com, Sabtu (14/6).

Thomas memperkirakan, jumlah meteor yang tampak dari permukaan Bumi, bervariasi meski saat fase puncak terkadang muncul ratusan meteor tiap jam, namun, lebih sering hanya tampak beberapa meteor per jam.

Pengamatan hujan meteor, dianjurkan saat kondisi langit sedang cerah dan jauh dari polusi cahaya seperti lampu jalan atau rumah dan disarankan melakukannya dari lokasi yang bebas jauh dari pepohonan atau bangunan yang menghalangi pandangan.

 

Hujan meteor adalah fenomena astronomi di mana sejumlah besar meteor terlihat di langit malam dalam waktu singkat.

Fenomena ini terjadi ketika Bumi melewati jalur puing-puing (meteoroid) yang ditinggalkan oleh komet atau asteroid, yang sebagian besar berukuran kecil, terbakar saat memasuki atmosfer Bumi dan menciptakan garis-garis cahaya yang dikenal sebagai meteor.

Saat sisa debu  memasuki atmosfer, otomatis akan terbakar, lalu terlihat seperti “bintang jatuh”.

Dengan jumlah sisa debu yang banyak tersebut, akan tampak “hujan meteor” ketika disaksikan dari permukaan Bumi yang merupakan fenomena astronomis yang terjadi setiap tahunnya. (BBC/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here