Gencatan senjata Hamas dan Israel pekan depan?

Presiden AS Donald Trump (foto: Reuters)

Gencatan senjata Hamas dan Israel pekan depan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump seperti dilaporkan sejumlah media mengatakan, gencatan senjata Israel dan Hamas bisa disepakati pekan depan, menyusul respons positif  kelompok perlawanan Palestina itu pada usulan AS.

“Kesepakatan gencatan senjata di Gaza bisa saja terjadi pekan depan,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (6/7) seperti dilansir ANTARA.

Namun menurut laporan Arab News, Tump mengaku belum menerima laporan terbaru mengenai status perundingan tersebut.

Pihak Hamas mengaku telah menyampaikan respons positifnya kepada mediator dari Mesir dan Qatar dan juga  menyatakan, sepenuhnya siap untuk segera memulai perundingan tentang pelaksanaan gencatan senjata.

Namun seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa kelompoknya menginginkan jaminan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza serta gencatan senjata permanen.

Sementara Presiden Trump dikabarkan telah menjanjikan bahwa gencatan senjata selama 60 hari itu bisa diperpanjang jika diperlukan.

Di tengah upaya mencapai kesepakatan di antara kedua pihak yang bertikai, kekerasan bersenjata di Gaza masih terus berlangsung.

Korban terus berjatuhan

Pejabat RS Nasser di Khan Younis, Gaza mengungkapkan, sedikitnya 20 warga Palestina tewas pada Jumat (4/7) saat berusaha mendapatkan bantuan, sedangkan PBB mengatakan, 613 warga Palestina terbunuh saat mencari makanan dalam sebulan terakhir.

Sementara menurut RS setempat, serangan udara Israel di kawasan al Mawasi  Gaza selatan, menewaskan 15 orang, termasuk delapan perempuan dan satu anak, menurut laporan rumah sakit setempat.

Perang di Jalur Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, ketika para petempur Hamas menyerang Israel,menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 lainnya.

Di lain pihak, otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 57.000 warga Palestina telah tewas oleh serangan balasan lain selang seharai kemudian hingga harai ini.

Meski masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata, Israel terus melanjutkan perang genosida mereka di Gaza.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanan, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di wilayah kantong Palestina di Jalur Gaza.

Gencatan senjata yang bisa bertahan lama guna menciptakan perdamaian abadi tidak saja didambakan oleh rakyat Palestina yang menjadi korban peperangan, juga oleh seluruh warga dunia. (kantor kantor berita trans nasional/ANTARA/Arabnews)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here