Korban Tewas Kapal WNI di Perairan Malaysia Bertambah

Ilustrasi: Kapal tenggelam

MALAYSIA – Korban tewas tenggelamnya perahu yang berisi 60 WNI di perariran Johor, Malaysia bertambah menjadi 11 orang yang terdiri dari tujuh perempuan dan empat laki-laki. Sebelumnya dikabarkan hanya 8 orang yang meninggal dunia akibat insiden ini.

“Pagi ini di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan lagi jenazah korban kapal tenggelam,” kata Konsul Jendral Republik Indonesia untuk Johor Bahru Taufiqur Rijal kepada Antara di Kuala Lumpur, Senin (25/7/2016).

Perkembangan terus dipantau pihaknya dengan pihak Malaysia, “Kita akan terus laporkan perkembangan selanjutnya terkait dengan peristiwa kapal tenggelam ini,” ujarnya.

Sebelumnya dua korban meninggal yang sudah teridentifikasi yaitu perempuan bernama Yolan Alindasera (22) dan seorang bayi perempuan.

Jenazah tersebut diidentifikasi oleh suami Yolan, Moses Dakosta, yang berasal dari Desa Lita Malik, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Belu, Kupang, Nusa Tenggara Timur. “Moses adalah korban kapal tenggelam yang ditemukan dalam keadaan selamat,” ungkapnya.

Identifikasi jenazah lain terus dilakukan dengan berusaha diantaranya melalui keterangan dari pihak keluarganya.

Sementara itu Satgas KJRI Johor Bahru sudah melakukan pertemuan dengan imigrasi dan polisi Johor. Bahkan, telah didapat kesepakatan bersama untuk segera memproses korban yang selamat untuk dipulangkan ke Indonesia sebagai korban kapal tenggelam tanpa melalui proses hukum atau menjalani hukuman.

Dari laporan yang diterima, kapal yang membawa para WNI tersebut berangkat dari Johor menuju Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan jumlah penumpangnya diperkirakan berjumlah 60 orang. Para korban kapal tenggelam tersebut adalah mereka yang pulang melalui jalur yang tidak resmi (ilegal).

Advertisement