JAKARTA, KBKNews.id – Frasa “Udah Diatur Aja Enaknya Gimana” sering muncul di media sosial beberapa waktu ini. Biasanya frasa itu muncul dari warganet yang jengah dengan pemberitaan pejabat dan aparat penegak hukum.
Terbaru komentar itu muncul saat pemberitaan kasus dugaan polisi membunuh polisi di Nusa Tenggara Barat. Warganet seakan jengah dengan aksi oknum aparat yang mencederai hukum.
Seperti dilihat KBKNews di akun X, Rabu (9/7/2025) frasa ini juga muncul dari warganet yang heran dengan kembalinya Letjen Novi Helmy ke TNI. Padahal dia sempat menjabat sebagai Dirut Bulog. Saat menjabat, dia disebut sudah mengajukan pengunduran diri.
“Atur aja lah gimana enaknya, mumpung kalian masih di dunia. Kalo udah di akherat kan gak bisa lagi kalian ngatur-ngatur sukak ati,” tulis akun @ID1310xx di X.
Komentar serupa diduga muncul sejak munculnya penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI.
Sementara itu, Ikhsan Yosarie, Peneliti HAM dan Sektor Keamanan SETARA Institute mendesak pemerintah lebih tegas terutama dalam keterlibatan militer di ranah sipil.
“Ketidakpatuhan terhadap UU TNI semakin tampak. Bukan hanya melalui praktik penempatan di jabatan Dirut Bulog, yang notabene tidak termasuk ke dalam jabatan sipil yang diperkenankan bagi prajurit aktif mendudukinya,” kata Ikhsan dalam siaran persnya.
Dia mendesak agar semua pihak patuh terhadap aturan hukum. Dugaan pelanggaran ini harus menjadi perhatian serius.
“Semestinya berbagai praktik maupun kebijakan regresif ini perlu dievaluasi, baik oleh Presiden maupun oleh Panglima TNI. Sebab dukungan TNI terhadap kebijakan pemerintah, semestinya tetap dilakukan dalam kerangka reformasi TNI dan UU TNI,” katanya.




