Prihatin, Kekerasan Anak di Gunungkidul Semakin Meningkat

Foto : Ilustrasi

YOGYAKARTA – Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Gunungkidul mengungkapkan peningkatan jumlah kasus kekerasan tahun demi tahun di GUnungkidul, Yogyakarta.

Kepala Sub Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak BPMPKB Gunungkidul, Sri Mulat Widiyati menuturkan, kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di semester pertama 2016 hampir menyusul jumlah kasus yang terjadi pada 2015.

Menurut data BPMP KB Gunungkidul hingga akhir Juni sudah ada 15 kasus kekerasan terhadap anak. “Tahun lalu ada 21 kasus, sedang hingga akhir Juni ini sudah ada 15 kasus. Sebanyak 13 kasus merupakan kekerasan seksual dan dua kasus lainya terjadi karena kekerasan psikis,” ucapnya, Senin (25/7/2016), dikutip dari Pikiran Rakyat.

Sri mengungkapkan jika Korban kekerasan kebanyakan dialami oleh anak perempuan, khususnya kasus kekerasan seksual yang kini mencapai 13 kasus di tahun 2016 ini. Sementara kekerasan fisik terjadi pada dua kasus sisanya.

Adapun faktor yang mempengaruhi meningkatnya kasus kekerasanterhadap anak, mulai dari perkembangan teknologi, lingkungan hingga kurangnya pengawasan dari orang tua.

Ia juga mengimbau agar para korban baiknya melaporkan tindak kekerasan yang telah dialaminya. “Untuk itu kami akan meningkatkan sosialisasi terhadap perlindungan terhadap perempuan dan anak, sehingga kasus tersebut tidak terus bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPMPKB Gunungkidul Sujoko menegaskan, pihaknya menjalin koordinasi dengan instansi lain seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak milik Polres Gunungkidul dan lembaga swada masyarakat (LSM).

“Kita akan terus sosialisasikan pencegahan dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, sehingga dengan ini maka kasus-kasus kekerasan anak tidak terus menerus berulang,” katanya.

Advertisement