Masih alot, nego damai Israel – Hamas

Kesepakatan damai antara Hamas dan Israel masih terganjal syarat yang diajukan Hamas, semetara korban bombardemen dan blokade oleh Israel terhadap Gaza terus berjatuhan. (foto: Reuters)

KORBAN warga Palestina terus berjatuhan akibat bombardemen dan juga blolade Israel atas Gaza, namun kesepakatan damai antara Hamas dan Israel masih belum dicapai.

Reuters, Minggu (3/8) melaporkan, Hamas menyatakan  siap untuk berkoordinasi dengan Palang Merah untuk mengirimkan bantuan kepada para sandera di Gaza, sepanjang Israel bersedia menerima sejumlah persyaratan.

Sebagian dari sekitar 250-an sandera Israel masih berada di tangan Hamas sejak penyerbuan milisi Palestina itu ke wilayah Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang memicu konflik sampai kini.

Lebih separuh sandera sudah dibebaskan dalam perjanjian antara Hamas dan Israel, delapan dibebaskan oleh pasukan Israel, sisanya sekitar 50-an masih di angan Hamas, atau kemungkinan ada yang tewas, terjebak  di tengah konflik.

Hamas meminta Israel memenuhi beberapa syarat, yaitu membuka akses kemanusiaan secara permanen di Gaza dan menghentikan serangan udara selama distribusi bantuan.

Menurut pejabat Israel, saat ini ada 50 sandera yang masih berada di Gaza, tetapi hanya sekitar 20 orang yang masih hidup.

Sejauh ini, Hamas melarang organisasi kemanusiaan untuk memiliki akses apapun ke para sandera, sementara keluarga mereka hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada informasi mengenai kondisi mereka.

Rilis video sandera

Hamas (Sabtu 2/8) merilis video kedua dalam dua hari dari sandera Israel, Evyatar David  yang tampak sangat kurus sedang menggali lubang yang dia katakan di dalam video itu adalah untuk kuburannya sendiri.

Tayangan video tentang David mengejutkan warga Israel dan mendapat kritik dari kekuatan Barat. Perancis, Jerman, Inggris, dan AS termasuk di antara negara yang menyuarakan kemarahan.

Kementerian luar negeri Israel mengumumkan bahwa DK  PBB akan mengadakan sesi khusus pada Selasa (5/8) pagi waktu setempat mengenai situasi sandera di Gaza.

PM Benjamin Netanyahu dalam percakapan dengan ketua delegasi Komite Palang Merah Internasonal (ICRC) , Minggu (3/8) meminta meminta mereka memberikan bantuan kemanusiaan kepada para sandera.

Evyatar David (24 tahun) yang  warga Israel yang ditawan Hamas dalam serangan pada 7 Okt. ’23  tampak lemah dan kekurangan gizi.

Forum Keluarga Sandera, yang mewakili kerabat mereka yang ditahan di Gaza, kesal dengan tuntutan Hamas dan menuntut pembebasan para sandera.

Menurut mereka, tuntutan itu tidak bisa mengalihkan kenyataan bahwa Hamas “telah menahan orang-orang yang tidak bersalah dalam kondisi memprihatinkan selama lebih dari 660 hari”.

“Hamas memiliki kewajiban untuk menyediakan semua yang mereka butuhkan. Hamas yang menculik mereka dan mereka harus merawat mereka. Setiap sandera yang mati akan berada dalam tanggung jawab Hamas,” kata forum tersebut.

Lebih 60.000 korban Palestina

Sementara itu, korban Palestina akibat bimbardemen Israel sampai hari ini mencapai lebih 60.000 tewas sekitar 200.000 luka-luka, hilang, sementara korban bertambah akibat kepaparan atau kekuranga nutris aibat blokade Israel atas Gaza.

Kementerian kesehatan Gaza pada Minggu (3/8) melaporkan enam lagi  warga Palestina tewas karena kelaparan atau malnutrisi di Gaza dalam waktu 24 jam terakhir.

Menurut catatan kementerian tersebut, kematian baru ini menaikkan jumlah orang yang meninggal akibat kelaparan di Gaza menjadi 175, termasuk 93 anak-anak.

Gaza telah mengalami bencana kemanusiaan setelah hampir dua tahun menjadi sasaran perang Israel terhadap Hamas.

Israel mengatakan telah mengizinkan pengiriman bantuan ke wilayah tersebut, tetapi fakta di lapangan bantuan yang masuk ke Gaza dijaga ketat pasukannya.

Israel Lanjutkan Serangan di Gaza Itu terjadi beberapa bulan setelah Israel secara ketat membatasi akses bantuan ke daerah kantong itu, sebelum akhirnya melonggarkannya ketika bencana kelaparan mulai semakin parah.

COGAT, lembaga militer Israel yang mengkoordinasikan bantuan, mengatakan bahwa empat tanker bahan bakar PBB telah masuk untuk membantu operasi rumah sakit, toko roti, dapur umum, dan layanan penting lainnya.

Namun, tidak ada konfirmasi segera apakah dua truk bahan bakar diesel telah masuk Gaza dari Mesir.

Kelangkaan BBM dan kelaparan

Kementerian kesehatan Gaza telah mengatakan bahwa kekurangan bahan bakar sangat mengganggu layanan rumah sakit, memaksa dokter untuk hanya fokus merawat pasien gawat darurat atau terluka.

Pengiriman bahan bakar sudah langka sejak Maret, ketika Israel membatasi aliran bantuan ke Jalur Gaza. Israel menyebut kondisi itu bertujuan untuk memberikan tekanan pada Hamas agar membebaskan sandera tersisa, yang diculik dalam serangan Oktober 2023.

Selain akibat bombardemen dan serangan darat pasukan Israel, korban meninggal akibat malnutrisi dan kelaparan juga terus meningkat akibat blokade Israel terhadap bantuan kemanusiaana ke Gaza

Warga sipil Palestina terus menjadi tumbalnya jika Hmas da Israel tetap bersikeras mengulu ulur waktu memanfaatkan posisi tawar masing-masing (Reuters/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here