Berharap dari Temu Trump dan Putin di Alaska

Mata dunia tertuju pada temu muka antara Presiden AS Donald Trump dan Prsiden Rusia Vladimir Putin terkait upaya perdamaian di Ukraina di Anchorage, Alaska 15 Agustus. (foto: Deutsche Welle)

 

MATA dunia tertuju pada KTT dua “penguasa dunia” yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Negara Bagian Alaska, Jumat 15 Agustus.

Pertemuan Trump dan Putin seperti dilaporkan Euronews (13/8) menjadi event ertama antara dua pemimpin negara adidaya tersebut sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Dipilihnya Alaska sebagai ajang pertemuan bukanlah kebetulan karena negara bagian AS paling timur ini memiliki posisi strategis dan simbolis dalam sejarah panjang hubungan AS-Rusia.

Alaska pernah menjadi sejarah masa lalu Rusia karena  sempat menjadi bagian Kekaisaran Rusia sebelum dibeli AS pada 1867 dengan harga 7,2 juta dollar AS, setara sekitar 156 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun.

Hubungan keduanya telah terjalin jauh sebelum itu. Pada 1799, Tsar Paul I mendirikan Perusahaan Rusia-Amerika yang memperkuat hubungan dagang dan budaya.

Hingga kini, warisan masa lalu Rusia masih terlihat di Alaska, mulai dari bangunan bersejarah hingga gereja Ortodoks Rusia yang aktif di tengah sekitar 80 komunitas.

Sejumlah masyarakat adat seperti Yupik dan Chukchi juga mempertahankan ikatan keluarga, budaya, dan perdagangan di kedua sisi Selat Bering meski perbatasan AS-Rusia telah resmi dibentuk.

Secara geografis, Alaska hanya berjarak 88 kilometer dari daratan Rusia. Bahkan, di titik tertentu di Selat Bering, beberapa pulau hanya terpisah sekitar 3,8 kilometer.

Tirai Es

Di era Perang Dingin, wilayah ini mendapat julukan “Tirai Es” dari pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan  Alaska menjadi pusat operasi militer penting AS, termasuk instalasi AU dan AD yang berfungsi sebagai pusat komando dan pangkalan pesawat tempur pencegat.

Alaska juga menjadi rumah bagi stasiun-stasiun Sistem Peringatan Utara, sebuah sistem radar gabungan AS-Kanada untuk memantau wilayah udara dari ancaman potensial di kawasan kutub Amerika Utara.

Kawsan Alaska berada di jalur strategis menuju Arktik, sedangkan Selat Bering menjadi satu-satunya rute laut langsung yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Arktik.

Seiring mencairnya es laut akibat perubahan iklim, rute ini semakin penting bagi pelayaran global. Rute Laut Utara yang membentang di sepanjang pesisir Arktik Rusia menawarkan jalur lebih singkat antara Asia dan Eropa.

Jalur ini juga menjadi pintu masuk bagi kapal kargo, tanker minyak, kapal curah, serta armada pendukung operasi minyak, gas, dan pertambangan di Alaska dan Siberia.

Wilayah Kaya sumber daya alam Alaska memiliki cadangan energi yang besar, termasuk 3,4 miliar barel minyak mentah dan 125 triliun kaki kubik gas alam.

Ladang North Slope dan Prudhoe Bay menjadi penghasil utama yang menempatkan Alaska di jajaran negara bagian penghasil minyak teratas di AS.

Kaya Sumberdaya Alam

Selain minyak dan gas, Alaska juga memiliki cadangan seng, timbal, batu bara, serta mineral penting lainnya.

Hutan yang luas menyediakan kayu, di mana perusahaan-perusahaan milik masyarakat setempat menyumbang lebih dari separuh produksi kayu di negara bagian ini.

Dengan posisi geografis yang unik, kekayaan sumber daya alam, dan warisan sejarah yang kuat, Alaska menjadi lokasi yang sarat makna untuk pertemuan penting antara Trump dan Putin.

Konflik Rusia diawali invasi Rusia pada 24 Februari 2022 ke negara tetangga sesama sempalan Uni Soviet itu karena rencana Ukraina bergabung ke dalam Pakta Atlantik Utara (NATO) pimpinan AS dianggap bakal mengancam kedaulatannya.

Namun Rusia ternyata salah hitung, perangnya di Ukraina berlarut-larut akibat aliran persenjataan terutama dari Barat di bawah AS yang mendukung UKraina, sehingga sangat menguras ekonomi dan kekuatan militer Rusia.

Puluhan ribu personil militer kedua belah pihak tewas, walau tidak diketahui jumlah pasti, karena masing-masing mengeklaim kemenangan, mengecil-ngecilkan jumlah korban di pihaknya.

Namun yang paling babak belur tentu saja pihak Ukraina yang mengalami kerusakan berbagai prasarana dan sarana publik, dibombardir secara masif, terstruktur dan sistematis oleh mesin perang raksasa militer Rusia.

Dunia berharap, temu Trump dan Putin, lusa, bisa mendorong proses perdamaian di Ukraina yang  menyengsarakan terutama rakyat Ukraina, tumbalnya, menyeret sejumlah negara dan menciptakan distorsi perdagangan global. (Euronews/Kompas.com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here