Secercah asa perdamaian di Gaza

Perunding Hamas menerima proposal perdamaian baru 60 hari gencata senjata di Gaza (foto AFP/Getty Immage)

ANGIN segar terwujudnya perdamaian di Jalur Gaza, Palestina bertiup lagi saat para juru runding Hamas di Kairo, Mesir, menerima proposal gencatan senjata 60 hari dan pembebasan bertahap sandera.

Proposal tersebut, seperti dilaporkan AFP, Senin (18/8) merupakan perjanjian kerangka kerja untuk memulai negosiasi gencatan senjata secara permann, “ ujar seorang pejabat Palestina yang menolak disebutkan namanya.

Pejabat tersebut mengatakan, Hamas akan melakukan  konsultasi internal , baik dengan pimpinannya maupun pemimpin faksi Palestina lainnya untuk meninjau proposal dari para mediator .

Pekan lalu, kelompok militan Palestina menyebutkan,  delegasi senior berada di Kairo untuk berunding dengan para pejabat Mesir mengenai upaya untuk mengamankan gencatan senjata yang sulit dicapai dalam perang, yang kini telah memasuki bulan ke-23.

Upaya para mediator Mesir dan Qatar, bersama dengan Amerika Serikat, sejauh ini gagal mengamankan gencatan senjata yang berlangsung lama di Gaza.

Sebuah sumber dari Jihad Islam, sebuah faksi militan Palestina yang telah berjuang bersama Hamas di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa rencana tersebut melibatkan perjanjian gencatan senjata yang berlangsung selama 60 hari. Sepuluh sandera Israel akan dibebaskan hidup-hidup, bersama dengan sejumlah jenazah.

Dari 251 sandera yang disandera selama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, sebanyak 49 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 27 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Menurut sumber Jihad Islam, “para tawanan yang tersisa akan dibebaskan dalam dua tahap, dengan negosiasi segera menyusul untuk kesepakatan yang lebih luas demi mengakhiri perang dan agresi secara permanen dengan jaminan internasional”.

Sumber tersebut menambahkan bahwa “semua faksi mendukung apa yang disampaikan” oleh mediator Mesir dan Qatar.

Serangan Hamas ke wilayah Israel selatan menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan menyekap 251 sandera pada 7 Oktober 2023 yang lalu dibalas secara brutal sehari kemudian dengan bombardemen masif oleh Israel hingga hari ini, menyebabkan sekitar 62.500 warga Palestina tewas dan lebih 150.000 terluka.

Perdamaian adalah satu-satunya cara untuk menyelsaikan pertikaian, karena kekuatan senjata aktanya hanya menimbulkan malapetaka aumata manusia.(AFP/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here