Bulan Lalu, Lebih dari 100 Jenazah Pengungsi Terdampar di Libya

ilustrasi

Tripoli- Sedikitnya 120 jenazah pengungsi terdampar di pantai sekitar Sabratha, Libya barat, selama bulan ini, kata walikota setempat.

Hussein Thwadi mengatakan, jenazah pengungsi ditemukan setiap hari, dengan 53 jenazah ditemukan dalam satu hari pada pekan lalu.

Banyak pengungsi datang ke Libya dan mencoba memasuki Eropa melalui Laut Mediterania.

Kekacauan politik dan perang di Libya memberikan lapangan kerja bagi penyelundup manusia yang membawa para pengungsi itu menyeberangi gurun Sahara ke pantai.

Lebih dari 3.000 orang pengungsi diketahui tewas dalam usaha mereka untuk menyeberangi Laut Mediterania pada tahun ini, sekitar tiga dari empat di antaranya hilang saat mencoba mencapai Italia dari Afrika Utara, terutama dari Libya, menurut Organisasi Migrasi Internasional (IOM).

Hampir 90.000 orang migran telah menyeberangi Laut Mediterania ke arah Italia hingga minggu ini, IOM mengatakan, jumlah itu naik 14 persen dari tahun sebelumnya.

Saat jumlah mereka yang mencoba menyeberang dari Libya meningkat pada musim semmi ini, banyak kapal berangkat dari garis pantai dekat Sabratha.

Seperti dilansir AP, Minggu (31/7) Thwadi mengatakan bahwa kebanyakan jenazah migran yang terdampar pada bulan ini berasal dari negara-negara Sub-Sahara Afrika, meskipun terdapat juga 23 orang warga Tunisia di antaranya. Relawan Bulan Sabit Merah dan pejabat setempat telah memakankan mereka di pemakaman jenazah tidak dikenali di Sabratha, kata dia.

Pemerintah dukungan PBB, yang mencoba membentuk kepemimpinan di Tripoli sejak Maret, mengatakan bahwa penangkalan migrasi menjadi salah satu prioritas mereka.

Namun, pemerintah berjuang untuk mengatur sejumlah tantangan keamanan

Advertisement