BNPB: 23 Warga Hilang Usai Banjir Bandang Terjang Nduga Papua Pegunungan

Ilustrasi Desa Nelemadika, Kec. Ile Bolang, Kab. Flores Timur rata dengan tanah diterjang banjir bandang dan longsor (4/4). Lebih 150 orang tewas akibat bencana banajir bandang, longsor dan Topan Seroja yang melanda NTB (2/4) dan Flores Timur, NTT (4/4)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 23 warga dilaporkan hilang setelah banjir bandang melanda dua distrik di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

“Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 23 warga yang hilang, terdiri dari 15 orang di Distrik Dal dan 8 orang di Distrik Yuguru,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Selasa (4/11).

Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, serta masyarakat setempat. Sebagian besar korban hilang diduga hanyut terbawa arus Sungai Papan yang meluap akibat hujan deras di kawasan hulu sejak Sabtu (1/11) sore.

Wilayah terdampak bencana mencakup dua kampung di Distrik Dal, yakni Kampung Dal dan Kampung Silan, serta sejumlah permukiman di Distrik Yuguru. Tim di lapangan memastikan tidak ada warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

BNPB menyebut pihaknya terus memantau kondisi cuaca di wilayah Papua dan Papua Barat Daya. Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Kabupaten Raja Ampat dan dapat meluas ke wilayah Sorong.

Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
“Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca resmi, sementara BPBD di daerah diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta penyebaran peringatan dini kepada warga,” katanya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here