19 Anak Sambas Nyaris Jadi Korban Eksploitasi Anak

Ilustrasi eksploitasi anak/rimanews

JAKARTA – Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menyelamatkan 19 anak dibawah umur yang berasal dari Sambas Kalimantan Barat yang nyaris menjadi korban ekspoitasi anak di bawah umur.

‎Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Hanny Hidayat menjelaskan penyidiknya telah memeriksa pemilik jasa bordir pakaian berinisial BSD alias Ajin yang akan mempekerjakan mereka. Bahkan penyidik juga sudah menyambangi lokasi home industri milik ‎BSD di Jalan Jelambar Bary 7 RT 11 RW 07 No 14 A, Jakarta Barat.

“Oleh BSD, 19 korban ini akan dipekerjakan sebagai operator mesin bordir. Sistem kerja yang diterapkan dibagi jadi dua shift. Untuk siang dari jam 08.00-20.00 WIB, istirahat kam 12.30-13.30 WIB. Selanjutnya diaplus jam 20.00-08.00, istirahat jam 00.30-01.30 WIB,” terang Hanny pada Tribunnews.com, Minggu (7/8/2016).

Upah yang didapat berupa upah harian sebesar Rp 50.000 per hari untuk setiap orang. Jika mencapai target, penyelesaian sehari menjadi 21 lusin maka mendapat uang target mencapai Rp 20 ribu. Apabila rajin, mendapat uang rajin Rp 150 ribu.

Selain itu, sebelum diberangkatkan ke Jakarta para korban mendapat pinjaman senilai Rp 500-1,5 juta dari BSD. Nantinya, di Jakarta, korban ditampung di lantai tiga home industri milik BSD.

“Disana mereka ditampung di home industri itu, beras dapat dari pemilik (BSD). Kalau lauknya beli sendiri. Usaha bordir itu ditekuni BSD sejak Maret 2016, dia meneruskan dari pengelola lama inisial AFT,” ungkapnya.

Advertisement