Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku kaget dengan beredarnya makanan ringan yang bergambar bikini pada bungkus makanan ringan dengan tagline “remas aku” di bagian tubuh tertentu.
“Hal ini menurut saya kontra produktif dengan berbagai upaya pemerintah dalam melakukan revolusi mental, maka kita harus melakukan proses pelurusan bersama,” kata Mensos di Jakarta, Minggu (7/8/2016). Ia meminta agar kepolisian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengusut tuntas peredaran makanan ringan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Sabtu (6/8/2016) dini hari, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung dibantu oleh polisi dan koramil mengungkap produsen camilan Bikini di kawasan Sawangan, Depok.
Produsen Tiwi (19), sudah menjalankan usaha industri rumah tangga tersebut sejak Maret 2016. Dengan harga jual Rp 15.000 per bungkus, Tiwi mengatakan camilan ini menyasar orang dewasa sebagai konsumen, bukan untuk anak-anak.
Tiwi juga akan membeberkan semua ke media mengenai awal pembuatan camilan tersebut, namun ia menunggu waktu yang tepat dan mencari teman yang dapat mendampinginya berbicara, karena menurutnya ia takut salah bicara tentang camilan yang menjadi lahan penghasilannya tersebut.





