JAKARTA, KBKNews.id – Insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (28/6)2026). Akibatnya, lima orang tewas.
Kecelakaan ini menyebabkan kepanikan luar biasa di antara para penumpang yang sedang berada di dalam rangkaian kereta saat peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB.
​Berdasarkan kronologi kejadian, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya menabrak bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line yang sedang mengarah ke tujuan akhir Stasiun Cikarang.
Hantaman keras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL, terutama pada gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling akhir hingga kondisinya ringsek.
​Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden ini berawal dari gangguan perjalanan yang dialami KRL sebelumnya. Diketahui telah terjadi kecelakaan di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal yang melibatkan sebuah taksi, sehingga menyebabkan KRL terpaksa menghentikan perjalanannya untuk sementara waktu.
​Saat KRL tersebut sedang berhenti normal di Stasiun Bekasi Timur menunggu jalur aman, tiba-tiba dari arah belakang muncul KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dan langsung menghantam rangkaian KRL.
Tabrakan yang tak terhindarkan ini memicu guncangan hebat yang membuat para penumpang di kedua kereta terkejut dan berusaha menyelamatkan diri.
​Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa suara benturan terdengar sangat keras hingga radius yang cukup jauh dari stasiun. Warga sekitar dan petugas stasiun langsung bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada para penumpang yang terjebak di dalam gerbong yang mengalami kerusakan.
​Akibat kecelakaan ini, operasional perjalanan kereta api lintas Bekasi-Cikarang mengalami gangguan total. Pihak KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan sedang berupaya melakukan proses sterilisasi jalur agar perjalanan kereta dapat segera kembali normal.
​





