Erupsi Gunung Dukono, Dua WNA Singapura Dilaporkan Hilang

Tangkapan layar kamera CCTV yang memperlihatkan kolom abu vulkanik membumbung ke langit keluar dari kawah Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (3/1/2024). (Foto: PVMBG)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.

Hingga Jumat (8/5/2026), dua warga negara asing (WNA) asal Singapura masih dinyatakan hilang, sementara 14 pendaki lainnya berhasil ditemukan selamat.

Tim SAR gabungan bersama BPBD Halmahera Utara terus melakukan pencarian di tengah kondisi erupsi yang masih fluktuatif. Berdasarkan data sementara, terdapat 20 pendaki di kawasan Gunung Dukono ketika erupsi terjadi. Mereka terdiri dari sembilan warga Singapura, tiga warga Ternate, dan delapan warga lokal.

Sebanyak 14 orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, terdiri dari tujuh WNA Singapura dan tujuh WNI. Sementara dua pendaki asal Singapura berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27) masih dalam pencarian intensif.

Proses pencarian sempat dihentikan sementara sekitar pukul 14.10 WIB karena aktivitas vulkanik dinilai membahayakan tim di lapangan. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penghentian dilakukan akibat potensi lontaran lava pijar dari kawah dengan jangkauan mencapai 1,5 kilometer.

Selama penghentian sementara, tim evakuasi bertahan di Pos 5 sambil menunggu kondisi lebih aman. Setelah aktivitas gunung dinilai memungkinkan, operasi SAR kembali dilanjutkan pada pukul 15.25 WIB.

BPBD Halmahera Utara kemudian membagi tim pencarian ke dua titik. Tim pertama menyisir jalur menuju puncak gunung dan dilaporkan berada sekitar 500 meter dari kawah. Dalam proses tersebut, tim menggunakan drone untuk memantau situasi dari udara demi meningkatkan keamanan pencarian.

Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran di area aliran sungai dekat puncak gunung guna mencari keberadaan dua pendaki yang hilang.
Penanganan darurat melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, tenaga medis, hingga relawan setempat.

BNPB juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara tidak melakukan pendakian ke Gunung Dukono selama aktivitas vulkanik masih meningkat dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pemerintah daerah maupun PVMBG.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here