Hampir Sebulan Berlalu, 5 Korban Tragedi Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS

JAKARTA, KBKNEWS.id – Lima korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, hampir sebulan setelah tragedi maut tersebut terjadi.

Polisi menyebut para korban dirawat di empat rumah sakit berbeda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, dua korban dirawat di RS Primaya Bekasi Timur, sementara masing-masing satu korban dirawat di RSUD Kabupaten Bekasi, RS Primaya Bekasi Barat, dan Eka Hospital Harapan Indah.

Korban lain yang sebelumnya dirawat disebut sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kecelakaan maut itu terjadi pada 27 April 2026 dan menewaskan sedikitnya 16 orang serta melukai 90 lainnya. Seluruh korban merupakan penumpang KRL.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap kecelakaan bermula saat sebuah taksi hijau mogok di perlintasan sebidang kawasan Bekasi Timur pada pukul 20.48 WIB. Tak lama kemudian, taksi tersebut tertemper KRL relasi Cikarang–Jakarta sehingga memicu kerumunan warga di sekitar lokasi.

Di jalur berlawanan, KRL 5568A relasi Jakarta–Cikarang tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB. Kereta sempat berjalan, namun berhenti karena adanya kerumunan warga di depan jalur.

Beberapa menit kemudian, tepat pukul 20.52 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju sekitar 108 km/jam menabrak KRL tersebut di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here