
NASIRE Best (21 asal Maryland) diidentifikasi sebagai pelaku penembakan di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 6.00 sore waktu setempat.
Seorang sumber penegak hukum kepada CNN (24/5) mengatakan, Best sebelumnya pernah beberapa kali berurusan dengan Secret Service (Dinas Rahasia), termasuk insiden pada Juni 2025 ketika ia menghalangi jalur masuk di Gedung Putih.
Setelah mengklaim dirinya sebagai “Tuhan,” Best ditahan Secret Service dan dibawa ke Psychiatric Institute of Washington untuk evaluasi kesehatan mental.
Pada Juli 2025, Secret Service kembali menangkap Best setelah ia mencoba memasuki jalur kendaraan di kompleks Gedung Putih. Seorang hakim kemudian mengeluarkan perintah baginya untuk menjauhi lokasi.
Sumber tersebut mengatakan saat menyelidiki kejadian pada tahun lalu penyidik menemukan bahwa Best membuat berbagai pernyataan di medsos termasuk mengaku sebagai “Osama bin Laden yang asli.”
Penyidik juga menemukan setidaknya satu unggahan yang menunjukkan keinginannya menyakiti Presiden Donald Trump.
Best melakukan penembakan mengarah ke petugas Secret Service di dekat Gedung Putih sekitar pukul 6 sore pada Sabtu (23/5) waktu setempat.
Aksi Best kemudian dibalas tembakan oleh petugas Secret Service yang mengenai Best dan membuatnya menghembuskan nafas di RS di wilayah tersebut.
Dalam insiden itu, seorang warga sipil terkena peluru yang menurut seorang pejabat penegak hukum, korban dalam kondisi kritis. Belum bisa dipastikan korban terkena peluru dari Best atau dampak baku tembak.
Trump di kediamannya
Sementara itu Presiden Trump dipastikan berada di kediamannya dan tidak terdampak oleh insiden tersebut.
Imbas aksi penembakan dan baku tembak tersebut, Gedung Putih sempat memberlakukan lockdown selama kurang lebih 40 menit.
Insiden bermula sekitar satu jam setelah Gedung Putih menetapkan “press lid” pada pukul
17.06 waktu setempat. Hal itu menandakan tidak ada agenda lanjutan Trump pada hari itu.
Setelah itu, sejumlah jurnalis dan staf pers mulai meninggalkan area Gedung Putih.
Namun, menjelang pukul 18.00, sejumlah jurnalis CNN mendengar puluhan suara tembakan di dekat Gedung Putih.
Para jurnalis di North Lawn kemudian diarahkan masuk ke ruang pers untuk berlindung, sementara petugas melakukan pengamanan di lokasi.
CNN menghitung sekitar 24 jurnalis berlindung di ruang tersebut selama lockdown, termasuk fotografer, produser, jurnalis foto, dan koresponden.
Agen Secret Service bersenjata laras panjang terlihat bergerak di area North Lawn setelah insiden dan memblokir ruang pers Gedung Putih.
Situasi akhirnya kembali terkendali dan status lockdown dicabut sekitar pukul 18.45 pada Sabtu (23/5) waktu setempat.
Upaya ketiga
Peristiwa kali ini merupakan tiga insiden utama yang sering dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan terhadap Presiden Trump:
Insiden Pertama (13 Juli 2024): Terjadi saat kampanye di Butler, Pennsylvania. Pelaku, Thomas Matthew Crooks, melepaskan tembakan dari atap gedung, melukai telinga kanan Trump sebelum akhirnya ditembak mati oleh petugas.
Insiden Kedua (15 September 2024): Terjadi di Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida. Tersangka, Ryan Wesley Routh, bersembunyi di semak-semak dengan senapan serbu sebelum akhirnya dicokok oleh Secret Service.
Insiden Ketiga (25 April 2026): Cole Tomas Allen (31 tahun) melepaskan tembakan di dalam hotel tempat acara santap malam wartawan Gedung Putih berlangsung.
Pelaku telah ditangkap dan didakwa dengan pasal percobaan pembunuhan terhadap Presiden.
Selain tiga kejadian besar tersebut, terdapat laporan lain mengenai ancaman keamanan tambahan, termasuk insiden penembakan di dekat kompleks Gedung Putih
(CNN/BBC/ns)




