Derita Pengungsi di Manus; Konflik Horizontal dan 2.000 Pelecehan Seksual

Pengungsi Suriah/AFP

PNG (KBK) – Pulau Manus yang terletak di Papua Nugini yang dijadikan tempat penahanan pencari suaka menimbulkan konflik horizontal dengan penduduk setempat.

“Beberapa penduduk PNG tidak senang dengan kehadiran ratusan pencari suaka yang dibawa tentara Australa ke wilayah mereka. Akhirnya pengungsi mendapat serangan dari penduduk setempat,” lapor Al Jazeera.

Sementara pihak Australia berdalih, penahanan itu perlu dilakukan untuk menyelamatkan pengungsi dari kematian di tengah laut karena perjalanan yang berbahaya antara laut Indonesia dan Australia.

Australia juga mengklaim, sebelum penjara Manus didirikan, sudah ratusan orang meninggal di tengah laut.

Namun, setelah pertemuan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill dan Peter Dutton, Menteri Imigrasi Australia, Rabu, (17/8/2016) menegaskan kedua negara tidak akan menerima salah satu pengungsi yang dipenjarakan di Manus.

Surat kabar setempat memberitakan, ada sebuah dokumen bocor yang menyatakan lebih dari 2.000 insiden pelecehan seksual selama dua tahun belakangan terhadap pengungsi di Manus,

Menurut Al Jazeera, kekerasan dan laporan pelecehan anak secara sistemik di kamp Manus menuai kritik luas di dalam dan di luar negeri.

Advertisement