JAKARTA, KBKNEWS.id — Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menanam 2.000 bibit mangrove dan meluncurkan Taman Konservasi Mangrove di Dusun Krajan, Desa Legon Wetan, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).
Program ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi dan banjir rob.
Pesisir utara Subang menjadi salah satu wilayah yang menghadapi ancaman serius akibat krisis iklim dan penurunan muka tanah.
Kondisi tersebut menyebabkan abrasi menggerus daratan hingga sekitar 2,8 kilometer dan mengancam permukiman serta mata pencaharian warga.
Wahyudin (55), pegiat mangrove sekaligus anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Pondok Putri, mengatakan kawasan yang dulu dipenuhi sawah, kebun, hutan, dan pantai kini banyak berubah akibat abrasi.
Selain kehilangan daratan, warga juga rutin menghadapi banjir rob yang merusak rumah, peralatan elektronik, tambak, hingga lahan pertanian.
Menurut Wahyudin, hilangnya ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor yang memperparah kerusakan pesisir. Karena itu, bersama KTH Pondok Putri, ia aktif melakukan penanaman mangrove sebagai upaya mitigasi abrasi.
Kepala Bagian Lingkungan DMC Dompet Dhuafa, Ahmad Baikhaki, mengatakan penanaman 2.000 mangrove merupakan langkah awal untuk mengembalikan fungsi ekosistem pesisir sebagai sabuk hijau penahan abrasi dan banjir rob.
“Pesisir di wilayah Legon Wetan ini dalam kondisi sangat kritis. Mangrovenya sudah banyak yang hilang. Kita bermimpi untuk kemudian bisa mengembalikan ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove agar kembali menjadi sabuk hijau yang bisa diandalkan untuk menahan abrasi dan banjir rob ke depannya,” ujarnya.
Selain penanaman mangrove, DMC Dompet Dhuafa juga membangun Taman Konservasi Mangrove yang akan dilengkapi arboretum berisi 20 jenis mangrove sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Ahmad berharap kawasan konservasi tersebut dapat menjadi contoh rehabilitasi lahan kritis pesisir dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Harapan DMC Dompet Dhuafa adalah tempat ini menjadi lebih lestari dan masyarakat tidak lagi terdampak lebih besar dari banjir rob ataupun abrasi yang menghantui selama ini,” katanya.
Camat Legon Kulon, Imam Supardan, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keberadaan Taman Konservasi Mangrove tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Semoga masyarakat bisa memanfaatkan momen ini dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Imam.
Melalui penanaman 2.000 bibit mangrove dan pembangunan kawasan konservasi ini, DMC Dompet Dhuafa berupaya membantu warga Legon Wetan memperkuat benteng alami pesisir di tengah ancaman abrasi, banjir rob, dan risiko tenggelamnya daratan yang terus mengintai kawasan pesisir utara Subang.





