JAKARTA, KBKNEWS.id – Ratusan mahasiswa Universitas Stanford melakukan aksi walk out saat CEO Google Sundar Pichai menyampaikan pidato dalam upacara wisuda ke-135 kampus tersebut pada Minggu (14/6/2026).
Aksi itu merupakan bentuk protes terhadap keterlibatan Google dalam proyek teknologi yang bekerja sama dengan Pemerintah Israel.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan lebih dari 100 mahasiswa meninggalkan tempat duduk mereka di Stadion Stanford sambil meneriakkan, “Bebaskan Palestina, bebaskan Palestina.” Aksi berlangsung tak lama setelah Pichai mulai menyampaikan pidatonya.
Protes tersebut diorganisasi oleh kelompok Students for Justice in Palestine dan No Tech for Apartheid. Mereka menentang keterlibatan Google dalam Project Nimbus, kontrak komputasi awan senilai 1,2 miliar dolar AS yang dijalankan bersama Amazon untuk menyediakan layanan cloud dan kecerdasan buatan bagi pemerintah Israel.
Para pengkritik menilai teknologi tersebut berpotensi digunakan oleh militer dan lembaga keamanan Israel dengan cara yang dapat merugikan warga Palestina.
Di sisi lain, Google menegaskan bahwa proyek itu hanya berkaitan dengan layanan cloud pemerintah dan berulang kali membela keterlibatannya.
Meski mendapat protes, Pichai tetap melanjutkan pidatonya. Alumni Stanford yang meraih gelar master pada 1995 itu memilih membahas optimisme dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan dunia yang cepat.
Kontroversi Project Nimbus sebelumnya juga memicu gejolak di internal Google. Pada 2024, perusahaan memecat puluhan karyawan yang terlibat dalam aksi demonstrasi menentang proyek tersebut.
Aksi di Stanford menjadi bagian dari gelombang protes yang terjadi di sejumlah kampus Amerika Serikat. Mahasiswa memanfaatkan momen wisuda untuk menyuarakan kritik terhadap perusahaan teknologi besar, perkembangan kecerdasan buatan, hingga berbagai isu politik global.





