JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan pola kerja sementara bagi sekitar 1.000 aparatur sipil negara (ASN) setelah Gedung Dinas Teknis Abdul Muis mengalami kebakaran pada Jumat (7/8/2026) malam.
Salah satu skema yang disiapkan adalah bekerja dari rumah atau work from home (WFH) secara bergiliran. Selain itu, para ASN dapat sementara berkantor di kantor suku dinas wilayah kota maupun gedung lain milik Pemprov DKI Jakarta.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan pengaturan tersebut dilakukan agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan selama proses penanganan pascakebakaran berlangsung.
Sekitar 1.000 ASN dari sejumlah perangkat daerah diketahui berkantor di gedung tersebut. Mereka berasal dari beberapa instansi, di antaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Perhubungan, Bank Jakarta, hingga Dekranasda.
Pemprov DKI memastikan kebakaran tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Data perpajakan yang dikelola Bapenda disebut tetap aman karena sudah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan di server serta pusat data yang berada di lokasi berbeda.
Hal serupa juga berlaku untuk data aset daerah milik BPAD. Data dan server berada di pusat data terpisah sehingga tidak terdampak kebakaran di Gedung Abdul Muis.
Kebakaran terjadi pada Jumat sekitar pukul 21.30 WIB. Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul dari lantai 11 dan kemudian merambat hingga lantai 16.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pekerja yang berada di lantai 15 berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Korban kemudian dibawa ke RS Tarakan untuk mendapatkan perawatan.
Pemprov DKI kini menyiapkan pengaturan kerja bagi para ASN sembari menunggu kondisi gedung dan proses penanganan pascakebakaran selesai.





