Tukang Becak Masuk Desil 9 dan Terancam Kehilangan Bansos, Bagaimana Nasibnya? 

JAKARTA, KBKNEWS.id — Seorang tukang becak di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi perhatian setelah tercatat masuk desil 9 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kondisi tersebut membuatnya khawatir kehilangan bantuan sosial (bansos) yang selama ini diterimanya.

Tukang becak tersebut bernama Timbul (49). Sebelumnya, ia tercatat berada pada desil 1, tetapi statusnya berubah menjadi desil 9. Padahal, penghasilan Timbul sebagai tukang becak tidak menentu.

Dalam sistem desil yang digunakan pemerintah, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkat kesejahteraan. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Rumah tangga yang berada pada desil 1 hingga desil 4 menjadi kelompok yang diprioritaskan sebagai penerima bansos reguler pemerintah.

Timbul mengaku penghasilannya sebagai tukang becak berkisar antara Rp0 hingga Rp300.000 dalam sehari. Ia juga tinggal di rumah yang ditempati bersama tujuh keluarga.

Perubahan status menjadi desil 9 membuat Timbul khawatir bantuan yang selama ini diterimanya, seperti beras, minyak goreng, dan uang tunai, akan dihentikan.

Kekhawatiran tersebut semakin besar karena anaknya akan berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Anak sambat (mengeluh) mau kuliah. Tapi saya tukang becak, masuk desil 9. Anak menangis karena sudah telanjur daftar,” ujar Timbul.

Untuk memperbaiki data tersebut, Timbul kemudian meminta bantuan pemerintah desa agar kondisi sosial ekonominya dapat diperbarui dalam DTSEN.

BPS Turun Tangan

Badan Pusat Statistik (BPS) merespons persoalan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke tempat tinggal Timbul di Kulon Progo.

BPS Provinsi Yogyakarta bersama BPS Kabupaten Kulon Progo melakukan verifikasi terhadap kondisi sosial ekonomi Timbul.

Dari hasil pengecekan lapangan, BPS menemukan bahwa informasi mengenai kondisi Timbul yang sebelumnya tercatat dalam DTSEN belum mencerminkan keadaan terkini.

BPS juga menyebut Timbul sebelumnya belum pernah melakukan pemutakhiran data secara mandiri melalui kanal yang telah disediakan.

Data Timbul Berubah Jadi Desil 3

Setelah dilakukan pengecekan dan pemutakhiran, data kesejahteraan Timbul kemudian diperbaiki.

Status Timbul yang sebelumnya tercatat sebagai desil 9 kini berubah menjadi desil 3.

Dengan masuk desil 3, Timbul kembali berada dalam kelompok yang menjadi prioritas penerima bansos reguler pemerintah.

Kasus tersebut menjadi perhatian dalam proses pemutakhiran DTSEN. Pemerintah terus melakukan perbaikan data agar kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tercatat sesuai dengan keadaan sebenarnya dan penyaluran bansos dapat lebih tepat sasaran.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here