424 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, 18 Lembaga Pendidikan Lain Ikut Terdampak

JAKARTA, KBKNEWS.id  — Sebanyak 424 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan berdasarkan data hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.45 WIB, terdapat 424 santri yang menjadi korban dugaan keracunan. Selain itu, 24 orang dari luar lingkungan pesantren juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.

Dari keseluruhan korban, sebanyak 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara pasien lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan seluruh pasien telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” kata Emil saat mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Emil mengungkapkan dugaan kejadian keracunan tersebut tidak hanya terjadi di Pondok Pesantren Manba’ul Hikam. Sebanyak 18 lembaga pendidikan lain juga dilaporkan mengalami kejadian serupa pada hari yang sama.

Menurut Emil, terdapat kesamaan dari seluruh kejadian tersebut, yakni para korban menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026).

“Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari SPPG Kali Tengah,” ujarnya, dilansir antarajatim.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah. Operasional SPPG Kali Tengah dihentikan sementara untuk mendukung proses penanganan dan pemeriksaan terkait dugaan keracunan tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here