Erupsi Sinabung Meluas, 27 Desa Terdampak Abu Vulkanik

JAKARTA, KBKNEWS.id – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyebabkan sebanyak 613 warga dari 211 kepala keluarga (KK) mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat data tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan 211 KK atau 613 jiwa telah mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung.

“Berdasarkan laporan, 211 kepala keluarga dilaporkan mengungsi,” ujar Sri Wahyuni di Medan, Rabu (2/9/2026).

Erupsi Gunung Sinabung terjadi pada Senin (31/8/2026), dengan salah satu wilayah terdampak berada di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung juga mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, status Gunung Sinabung naik dari Level II menjadi Level III sejak 31 Agustus 2026.

“27 desa, lima kecamatan terdampak abu vulkanik,” kata Sri Wahyuni.

Meski erupsi berdampak terhadap sejumlah wilayah, BPBD Sumut memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia.

“Jumlah pengungsi status data aktif,” ujarnya.

BPBD Sumut juga telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mengirimkan tujuh tenda pengungsian untuk mendukung kebutuhan warga terdampak.

“Kita kirim tujuh tenda pengungsi. Apakah itu terpakai, tergantung BPBD Karo,” kata Sri Wahyuni.

Data jumlah pengungsi masih terus diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus memantau aktivitas Gunung Sinabung dan kebutuhan masyarakat yang berada di pengungsian.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here