TRENGGALEK (KBK) – Ribuan Warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur yang terdampak banjir bandang Senin malam (15/8/2016), hari ini terus berbenah merapikan dan membersihkan rumahnya.
Tim Respon Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) Ady Sumarna, menjelaskan, banjir sudah surut, tinggal memperbaiki beberapa fasilitas seperti jalan, jembatan rusak, rumah rusak dan membersihkan lumpur yang tersisa.
“Ketika tim respon sampai di Trenggalek, (18/8/2016), banjir sudah surut dan tidak aktivitas di Posko Pengungsi, karena masyarakat memang tidak mengungsi. Mereka sudah biasa menerima banjir setiap tahunnya. Jadi memilih bertahan di rumah masing-masing,” jelas Ady kepada KBK, Senin (22/8/2016).
Namun demikian, Tim Respon tetap melanjutkan koordinasi dengan pemerintah setempat. Diketahuilah, yang terdampak banjir di Kecamatan Gandusari 6.747 KK (29.012 jiwa), Kecamatan Munjungan 936 KK, Kecamatan Kampak 388 KK, Kecamatan Pogalan 848 KK. Dengan kerugian ditaksir Rp3 milyar lebih.
Ketika banjir melanda, ketinggian air sampai sepingga orang dewasa.
Disampaikan Ady, banjir dan longsor terjadi di 24 desa dari 7 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menetapkan status darurat
bencana selama 14 hari, sejak 19 Agustus 2016.
Wilayah kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor yaitu, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Kampak, Watulimo, Gandusari, Pogalan, Bendungan dan Pule.
Sedikitnya 30 ribu jiwa terdampak dan 7.500 unit rumah terendam banjir.
Ady juga melaporkan, sekitar 80 ribu warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, bisa beraktivitas kembali setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Basarnas Trenggalek membuka jalur Munjungan – Kampak yang tertutup longsoran selama dua hari akibat banjir.
Dilanjutkannya, terdapat dua titik longsor di sepanjang jalur utama menuju Munjungan yang berhasil dibersihkan, yakni di jalan menanjak dan berkelok serta di jalur di antara tebing dan jurang yang cukup curam wilayah Kecamatan Kampak.
Data sementara menyebutkan, lanjut Ady, seorang warga meninggal dunia tertimpa reruntuhan rumah, Banjir juga meruntuhkan tembok dua ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Muhammdiyah Gandusari, akibatnya sekolah diliburkan. Di Munjungan, empat jembatan di rusak. Gedung SDN Bendoroto 1, yang kehilangan semua bangunannya, juga sudah tak dipergunakan
belajar siswa.
Dikutip dari Laporan Respon DMC, jika sebelumnya pada Selasa lalu, 16 Agustus 2016, beberapa desa di Kecamatan Munjungan diterjang banjir bandang yang menyebabkan 935 KK terdampak, Rabu malam pukul 20.00 WIB banjir kembali merendam 11 desa di Kecamatan Gandusari.
Puncak banjir terjadi pada Rabu (17/8/2016), pukul 04.00-07.00 WIB dengan tinggi banjir antara 50-150 cm menyebabkan sekitar 4.991 rumah terendam. Pada pukul 13.30 Wib sebagian banjir mulai surut di beberapa wilayah. Banjir juga merendam dan merusak lahan pertanian yang terdiri dari 48 hektare.
Hujan deras juga menyebabkan longsor di Trenggalek. Longsor menimpa rumah di Dusun Balang Desa Senden, Kecamatan Kampak. Satu orang meninggal dunia dalam bencana itu.
Ada dua fokus utama penanganan yang dilakukan Pemkab Trenggalek, Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. Pertama, memastikan tanggap darurat berjalan lancar hingga dua minggu ke depan. Fokus kedua yaitu, rehabilitasi dan rekonstruksi.





