Di Tengah Duka Bencana, Sepasang Kekasih Ijab Kabul di Tenda Pengungsian NTT

Pernikahan di pengungsian NTT (Foto: Andhika BP)

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id – Di tengah suasana duka dan keterbatasan akibat bencana yang melanda, sebuah kisah haru tentang harapan dan keteguhan hati mengemuka. Dua sejoli, Muhibbin dan Roslinda Rahmatia, memutuskan untuk tidak menunda niat suci mereka, melangsungkan pernikahan di dalam tenda pengungsian yang sederhana, Senin (7/9/2026).

Mempelai wanita, Roslinda Rahmatia, yang merupakan warga Desa Satar Padut, tampil bersahaja namun anggun dalam balutan busana pengantin berwarna biru muda yang serasi dengan jilbabnya. Ia tampak tenang mendampingi sang kekasih, Muhibbin, seorang pria asal Ronting, Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran mereka di tengah tenda biru yang beralaskan terpal menjadi oase kebahagiaan bagi warga terdampak lainnya.

Perjalanan cinta pasangan ini menghadapi ujian berat ketika bencana menghancurkan bangunan. Namun, semangat mereka tidak surut. Dengan bantuan dari petugas KUA yang juga menjadi penyintas, disepakati bahwa akad nikah akan tetap dilaksanakan di tenda darurat pengungsian.

Pernikahan ini menjadi semakin istimewa karena Roslinda Rahmatia adalah seorang mualaf. Prosesi akad nikah juga sekaligus menjadi peneguhan keislamannya di hadapan saksi dan wali hakim. Hal ini menambah kekhidmatan acara yang dihadiri oleh keluarga dekat dan perwakilan pejabat desa yang masih berada di lokasi pengungsian.

Prosesi ijab kabul berlangsung sederhana dengan mas kawin yang telah disepakati sebelumnya. Suasana di dalam tenda terasa sangat emosional. Acara yang berlangsung singkat ini tetap mengikuti protokol darurat. Tidak ada perayaan mewah, namun kehangatan persaudaraan antarwarga pengungsian sangat terasa.

Pernikahan Muhibbin dan Roslinda di tenda pengungsian ini menjadi simbol ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Di tengah reruntuhan, mereka membuktikan bahwa kehidupan dan cinta akan selalu menemukan jalan untuk terus berlanjut. Ini adalah kisah tentang bangkitnya harapan di atas puing-puing bencana.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here