MANGGARAI, KBKNEWS.id– Pasca-guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya, duka mendalam masih menyelimuti warga, terutama di Dusun Tampode, Desa Salama, Kecamatan Reo. Meskipun getaran terasa luas, wilayah ini tercatat sebagai lokasi tunggal yang mengalami dampak terparah akibat gelombang tsunami susulan.
Suasana sunyi dan porak-poranda kini mendominasi pemandangan di area yang dahulunya merupakan permukiman warga tersebut, Minggu (6/9/2026).
Salah seorang saksi mata yang selamat, Muslim bin Abdul Muthalib, menceritakan detik-detik mencekam saat gelombang air laut menerjang. Berdasarkan kesaksiannya kepada tim redaksi, tsunami datang dengan cepat, diperkirakan mencapai ketinggian kurang lebih 4 meter. Gelombang raksasa tersebut meluluhlantakkan garis pantai tak lama setelah getaran gempa berhenti, tidak memberikan banyak waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri atau harta benda.
Ia menggambarkan bagaimana air surut dengan sangat cepat sebelum kemudian kembali sebagai gelombang penghancur yang mengerikan.
Dampak dari sapuan gelombang tsunami setinggi 4 meter tersebut sangat menghancurkan. Dari pendataan sementara di lapangan, sedikitnya 6 unit rumah warga dilaporkan hanyut total dan hilang tak berbekas dibawa arus kuat. Pemandangan di lokasi kini hanya menyisakan lahan kosong berlumpur di mana rumah-rumah tersebut sebelumnya berdiri kokoh, menyisakan puing-puing kecil yang berserakan.
Tidak hanya menghanyutkan enam rumah, terjangan tsunami juga menyebabkan kerusakan parah pada belasan rumah lainnya yang berada sedikit lebih jauh dari garis pantai. Rumah-rumah tersebut kini dalam kondisi tidak layak huni, dengan dinding hancur, atap hilang, dan perabotan yang porak-poranda. Pemilik rumah kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil meratapi sisa-sisa bangunan yang mereka bangun bertahun-tahun.
Kejadian di Dusun Tampode ini menimbulkan keheranan di kalangan ahli dan pihak berwenang. Dibandingkan dengan wilayah pesisir lain di Manggarai yang juga terdampak guncangan gempa yang sama, tsunami yang menerjang Dusun Tampode memiliki ketinggian yang jauh lebih ekstrem. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pastinya mengapa tsunami di dusun ini bisa begitu tinggi masih menjadi misteri yang perlu diteliti lebih lanjut.
Ada dugaan kuat bahwa kontur pesisir di wilayah Dusun Tampode memiliki karakteristik unik yang mengamplifikasi energi gelombang tsunami. Spekulasi sementara menyebutkan adanya bentuk teluk sempit atau topografi bawah laut tertentu yang mengarahkan dan memusatkan gelombang air laut, menyebabkannya bertumpuk dan mencapai ketinggian ekstrem saat menghantam daratan di lokasi yang relatif terbatas ini.





