Hari ke-10 Pencarian, Tim SAR Besar-besaran Sisir 8.509 Mil Persegi Selat Sunda

Erupsi Gn Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat lalu (4/9) sangat mengganggu dunia penerbangan karena sejumlah bandara kedatangan dan keberangkatan terpaksa ditutup sementara (foto: Setneg)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Operasi pencarian kapal KKM Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10 atau H+3 masa perpanjangan, Kamis (17/9/2026).

Kapal tersebut ditumpangi lima jurnalis serta tiga awak kapal.

Tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian besar-besaran dengan mengerahkan 24 unit kapal untuk menyisir area seluas 8.509 nautical mile persegi yang dibagi menjadi 10 sektor pencarian.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan kondisi cuaca pada hari itu berawan dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 20 knot serta tinggi gelombang antara 0,5 hingga 3,5 meter.

“Untuk hari ini cuaca berawan, kemudian untuk kecepatan angin 10 sampai 20 knot dan gelombang 0,5 sampai 3,5 meter,” ujar Rizky.

Ia juga menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG. Gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga dan tidak mengalami erupsi. Secara visual, gunung tertutup kabut sehingga asap tidak teramati, sementara aktivitas kegempaan masih didominasi vulkanik dangkal.

“Status masih siaga, tidak terjadi erupsi, dan secara visual gunung tertutup kabut serta asap tidak teramati,” katanya.

Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan mengerahkan 24 kapal yang terdiri dari delapan kapal TNI AL, delapan kapal Polairud, serta delapan unit Basarnas dan KPLP.

Unsur TNI AL meliputi lima KRI, dua KAL, dan satu RBB. Basarnas mengerahkan empat KN SAR dari Kantor SAR Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu serta tiga unit RIB. Sementara KPLP mengerahkan satu kapal.

Rizky menjelaskan, area pencarian dibagi menjadi 10 sektor berdasarkan analisis pemetaan yang memperhitungkan kemungkinan pergeseran kapal maupun korban.

“Seluruh sektor ini merupakan area kemungkinan pergeseran kapal ataupun korban yang kami cari, sehingga tidak ada titik fokus tertentu,” jelasnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here