
JAKARTA – (KBKNEWS) – 5/10 – TIMNAS sepak bola Indonesia berpeluang mengukir sejarah baru saat menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam (5/10).
Skuat Garuda tercatat terakhir kali menekuk tim Gajah Perang Thailand pada 2016 dan setelah itu terus menjadi pecundang dalam enam laga berikutnya.
Tercatat pula empat kali Garuda bertemu Thailand dalam laga final di ajang AFF yakni pada edisi 2000, 2022, 2016 dan 2020.
Jadi sangat pantas, jika kali ini Timnas menang atas Thailand, menjuarai AFF 2026, dianggap lolos menerobos kutukan final melawan skuat Thailand.
Laga Indonesia vs Thailand menjadi panggung utama bagi skuad Garuda untuk menghentikan dahaga gelar juara yang telah dinantikan selama tujuh tahun terakhir.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menyatakan optimisme tinggi menjelang duel krusial tersebut. Ia menilai pencapaian tim hingga partai puncak merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pemain.
“Kami sangat antusias melihat tim melangkah ke GBK besok (malam ini-red) dan memberikan segalanya untuk negara,” ujar John Herdman saat konferensi pers jelang laga, Minggu (4/10).
Herdman menambahkan, laga malam ini memberi ruang bagi anak asuhnya untuk mencatatkan capaian monumental bagi sepak bola Tanah Air, sekaligus menekankan pentingnya disiplin dan fokus di lapangan.
“Ini peluang bagi kami untuk menjadi tim putra pertama yang mengangkat trofi untuk negara ini. Ini adalah kesempatan yang sudah diperjuangkan oleh banyak pemain dan mereka layak mencapainya ,” katanya.
“Namun, pada akhirnya, ini hanyalah sebuah kesempatan,” kata Herdman.
Siap mental
Sementara itu, kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, menegaskan kesiapan mental dan rasa bangganya terhadap perjuangan tim sepanjang turnamen.
Ia mematok kemenangan atas Thailand sebagai sasaran utama.
“Tentu saja, ini sangat sulit, tetapi kami semua tahu bahwa kami bisa melakukannya,” ungkapnya.
“Sekarang, target besar berikutnya adalah mengalahkan Thailand di final,” tegasnya.
Kevin juga menyadari ketatnya persaingan di laga puncak,
namun ia menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan serta kekompakan rekan-rekan setimnya untuk menyegel gelar juara.
“Final akan menjadi pertandingan yang sulit, tetapi ini hanya satu pertandingan dan apa pun bisa terjadi. Jadi, tentu saja, saya sangat percaya kepada teman-teman,” tandas Diks.
Susunan tim
Pelatih John Herdman diprediksi akan menurunkan Emil Audero sebagai penjaga gawang, Rizki Ridho, Elkan Bagot, Justin Hubner sebagai palang pintu (beck), lalu Kevin Diks, Joey Pelupessy, Ivar Jenner dan Calvin Verdonk sebagai gelandang dan Ragnar Oeratmangun, Oley Romeney (atau Mitchel Baker) sebagai penyerang.
Sedangkan susunan tim Thailand diprediksi: Patiwat Kammai sebagai penjaga gawang, Suphanan Bureerat, Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, dan Chaiyaphon Otton sebagai beck, lalu Kritsada Kaman, Sarach Yooyen, Seksan Ratree dan Kakana Khamyok sebagai gelandang, sementara Chanatip Songkrain dan Supachai Jaided sebagai penyerang.
Garuda didukung 60.000-an pecandu bola dalam negeri yang fanatik dan hadir langsung di SUGBK. Mereka umumnya memprediksi, Indonesia bakal memenangi laga dengan skor tipis antara 1 – 0, 2 – 1 atau 3 -2.




