Kabut Asap Karhutla juga  Diderita Negara Tetangga

Jerebu atau asap akibat karhutla di Indonesia menyerang 29 wilayah di Malaysia. di Kuala Lumpur, anak-anak sekolah diliburkan karena asap sudah membahayakan kesehatan (foto:CNNI)

JAKARTA – (KBKNEWS) – -11/10 – ASAP kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang makin  pekat, meluas terutama di Kalimantan dan Sumatera dan sudah pada ambang berbahaya bagi kesehatan, juga diderita negara jiran.

Dalam beberapa waktu hari terakhir karhutla juga terus terjadi di Palembang, Sumatera Selatan; Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Raja Ampat, Papua Barat Daya serta sejumlah daerah lainnya. Bahkan, dampak asap karhutla juga melewati batas negara, masuk ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Pemerintah pun memahami keresahan Malaysia dan Singapura terkait asap karhutla yang mengepung dua negara tersebut.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Syahganda Nainggolan mengatakan, asap karhutla yang melintasi batas berada di luar kesalahan manusia atau human error karena merupakan fenomena alam.

“Jadi, kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar beyond human error, ini betul-betul alam,” kata Ganda, di kantor Lemhannas, Jakarta, Sabtu (10/10).

Tentu apa yang dikatakan Ganda tidak sepenuhnya benar, karena kontribusi pembakaran hutan, baik oleh korporasi maupun peladang berpindah terhadap karhutla yang terjadi di indonesia tiap tahun sejak puluhan tahun tak terbantahkan.

Buktinya, di Kalimantan wilayah Malaysia tidak tejadi karhutla secara masif, karena begitu terjadi, langsung ditangani, sementara pengawasan terhadap aktivitas di kawasan hutan terawasi dengan baik.

Utusan PM Malaysia

Menurut Ganda, PM Malaysia Anwar Ibrahim juga telah mengirim utusan melalui Menlunya untuk membahas Karhutla dengan Menlu RI.

Senada dengan Ganda, Menlu RI Arrmanatha Nasir memberikan penjelasan upaya pemerintah Indonesia menangani asap Karhutla melalui sambungan telepon langsung dengan Menlu Malaysia Mohammad Hasan.

Menurut Arrmanatha, pihaknya sudah menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan RI seperti menerjunkan lebih dari 60.000 personel,  48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca.

Ia lebih lanjut menyampaikan karhutla di Sumatera dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

“Harapan kita (karhutla) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

Malaysia-Singapura siap bantu

Merespons jerebu karhutla yang tak terhindarkan, pemerintah Malaysia dan Singapura pun siap memberikan bantuan ke Indonesia.

Menlu Malaysia mengatakan, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan dari Malaysia, dan akan membahas mekanisme operasi, termasuk cara pelaksanaan dan lokasi penempatan tim Malaysia.

“Saya berharap perundingan mengenai operasi ini, termasuk bagaimana dan di mana tim dari Malaysia dapat membantu, bisa segera diselesaikan,” kata Mohamad Hasan seperti dikutip Harian Metro, Rabu (7/10).

Menurut dia, kondisi kabut asap yang melanda Malaysia sudah semakin mengkhawatirkan, sudah sangat parah. Sudah melewati kategori tidak sehat dan hampir masuk indeks berbahaya,” ujarnya.

Hasan mengatakan, pemerintah Malaysia berharap persoalan teknis antara kedua negara segera diputuskan sehingga tim Malaysia dapat dikirim untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan yang luas dan terus meluas, terutama di Kalimantan.

Begitu juga dengan Singapura yang menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia menangani karhutla karena lelah wilayahnya terus-menerus dikepung asap.

Sebab, indeks kualitas udara di Singapura kian memburuk akibat kepungan kabut asap karhutla.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, memastikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat.

“Kami sadar bahwa upaya (penanganan) sedang berlangsung. Kami siap membantu di mana pun kami bisa,” ujar Fu, sebagaimana dilansir The Straits Times.

Lebih lanjut, Fu menjelaskan bahwa fenomena cuaca turut menjadi faktor utama yang menyulitkan proses pemadaman api.

Picu kerusakan jantung dan otak

Di dalam negeri sendiri, asap karhutla turut berdampak ke sejumlah sektor kehidupan masyarakat di antaranya kesehatan dan penerbangan.

Dampak ikutannya, anak-anak sekolah harus melakukan pembelajaran jarak jauh atau online, sementara nafkah warga terutama pengemudi ojol dan petani juga terganggu.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman pada Sabtu (10/10), menjelaskan partikel halus dalam asap karhutla dapat masuk jauh ke saluran pernapasan, menembus hingga kantong paru-paru dan pembuluh darah.

Kondisi ini akan semakin berbahaya jika kualitas udara memburuk dalam waktu lama akibat akumulasi polusi PM2.5, asap kendaraan, debu, hingga emisi industri.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat meningkat 1,8 hingga 3,8 kali lipat saat kabut asap pekat.

Kemenkes memaparkan, dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla juga bisa bersifat akut dan fatal.

Tidak hanya itu, asap juga memperburuk penyakit paru kronis seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta memicu serangan jantung dan gagal jantung.

Salah satu warga yang juga seorang guru honorer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bernama Lisna (29) meninggal karena mengidap asma akut.

Lisna meninggal pada Minggu (27/9) di mana sebelumnya, ia sempat mengeluhkan asmanya kambuh.

Lisna juga sempat meminta izin kepada kepala sekolah tempatnya mengajar untuk beristirahat memulihkan kondisinya.

Gangguan penerbangan

Di sektor transportasi, kabut asap juga mengganggu operasional penerbangan.

Salah satu contoh terbaru terjadi di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (10/10).

Sebanyak 15 penerbangan terdampak akibat jarak pandang yang terbatas.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, berdasarkan pembaruan informasi hingga pukul 12.30 WIB, jarak pandang di bandara tercatat hanya 500 meter.

Data operasional bandara menunjukkan, 15 penerbangan yang terdampak terdiri dari tujuh penerbangan keberangkatan dan delapan penerbangan kedatangan.

Selain sektor penerbangan, asap karhutla juga berdampak ke perjalanan darat.

Di Lampung misalnya, kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Timur, Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, terjadi pada Selasa (6/10) lalu.

Kasat Lantas Polres Tulang Bawang Iptu Farhan Maulana Affianto mengatakan, kecelakaan bermula ketika sebuah kendaraan box hendak mendahului kendaraan di depannya.

Saat itu, kondisi jalan tertutup asap kebakaran sehingga jarak pandang pengemudi terganggu.

Selain kerugian ekonomi, dan derita bagi warga, karhutla jika tidak ditangani lebih serius juga bisa merusak citra negeri ini di mata tetangga, bahkan dunia, bisa dianggap tidak becus menanganinya, karena faktanya sudah bertahun-tahun, tiap tahun muncul. (Kompas.com/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here