JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), dan berdampak pada rumah warga, merusak bangunan, serta memutus akses jalan di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mencatat sebanyak 498 jiwa di dua kecamatan terdampak banjir bandang tersebut. Sebanyak 120 rumah terendam, empat rumah mengalami rusak sedang, dan satu rumah mengalami rusak berat.
Selain merendam permukiman, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan bendungan. Terputusnya akses jalan menambah kesulitan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi tantangan dalam proses penanganan pascabencana.
Sehari setelah kejadian, Ahad (11/10/2026), warga di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, mulai membersihkan lumpur yang mengendap di dalam rumah. Upaya tersebut dilakukan agar tempat tinggal mereka dapat kembali digunakan dan aktivitas sehari-hari berangsur pulih.
Kerusakan rumah dan infrastruktur membuat warga harus menghadapi dampak banjir bandang sekaligus melakukan pemulihan lingkungan tempat tinggal mereka.
Hingga Ahad, warga masih berupaya membersihkan sisa material banjir yang terbawa ke permukiman. Sementara itu, kerusakan bendungan dan akses jalan yang terputus menjadi persoalan lain yang perlu mendapat penanganan setelah bencana.





