JAKARTA, KBKNEWS.id – Operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menelan korban jiwa.
Tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dilaporkan gugur setelah helikopter yang mereka gunakan mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman api.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia mengapresiasi pengabdian para prajurit yang tengah menjalankan tugas penanganan bencana.
BNPB juga mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada petugas yang masih bekerja menangani karhutla di sejumlah daerah. Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan adalah tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memperluas kebakaran sekaligus menghambat proses pemadaman.
Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Rabu (4/11/2026).
Helikopter tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.18 WIB ketika helikopter sedang mengambil air untuk operasi pemadaman melalui metode water bombing. Kendaraan udara tersebut mengalami kendala saat terbang hingga akhirnya terjatuh ke sungai.
TNI AD kemudian mengerahkan personel untuk mengevakuasi delapan orang kru helikopter. Proses penyelamatan dilakukan melalui jalur udara dengan prioritas memberikan pertolongan secepat mungkin kepada seluruh personel.





