Presiden Israel Tunjuk Gadi Eisenkot PM Baru

Gadi Eisenkot dari Partai Yashar yang memimpin blok partai kanan dan ultra kanan Israel ditunjuk Presiden Ishaac Hrezog membentuk pemeririntahan baru (fto: CNNI)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 8/11- PRESIDEN Israel Isaac Herzog telah menunjuk eks panglima militer Gadi Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru karena tidak ada yang meriah suara mayoritas.

PM petahana Benjamin Netanyahu yang memimpin Partai Likud dan blok partai sayap kanan lainnya hanya mampu meraih 53 dari 61 kursi di parlemen yang menjadi ambang batas minimal mayoritas dari seluruhnya 120 kursi di Knesset atau parlemen Israel.

Sementara pesaing Netenyahu Gadi Eisenkot dari Partai Yashar hanya meraih 48 kursi di parlemen, sehingga untuk mendapatkan kursi mayoritas, kedua belah pihak harus merangkul kubu partai Arab dengan perolehan 19 kursi (11 dari Joint List dan 8 dari Uni Arab List atau Ra’am).

Herzog menyampaikan keputusannya kepada Eisenkot pada Sabtu (7/11) malam dan secara resmi akan menyerahkan mandat kepadanya dalam sebuah upacara pada Minggu waktu setempat.

Keputusan ini diambil setelah Herzog menggelar konsultasi dengan partai-partai politik pekan ini untuk menentukan siapa yang akan ditunjuk membentuk pemerintahan.

Sebab, kubu petahana, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan rivalnya, Eisenkot tidak berhasil meraih mayoritas dalam pemilihan umum 27 Oktober lalu.

Koresponden Al Jazeera Nour Odeh, yang melaporkan keputusan Herzog dari Ramallah, Tepi Barat, Palestina, mengatakan Presisden Herzog “menempuh jalur yang sudah dapat diprediksi” dengan memilih Eisenkot karena ia memperoleh jumlah rekomendasi tertinggi.

“Kerja keras Eisenkot baru akan dimulai sekarang untuk menyusun pemerintahan yang mampu memenangkan pemungutan suara kepercayaan di Knesset, yang pertama, tidak akan melanggar terlalu banyak janji yang ia buat selama kampanye; dan kedua, mampu bertahan menghadapi oposisi dari blok sayap kanan yang dipimpin Netanyahu,” kata Odeh.

Peta suara partai saat ini
Sebanyak 67 anggota parlemen, termasuk dari partai-partai yang dipimpin Arab, mendukung Eisenkot dan Yashar, untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Sementara itu, hanya 46 anggota parlemen yang mendukung Netanyahu.

Eisenkot akan memiliki waktu 28 hari dengan kemungkinan perpanjangan 14 hari untuk membentuk koalisi yang menguasai sedikitnya 61 dari 120 kursi Knesset.

Sejauh ini, Eisenkot telah menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai yang dipimpin Arab, yang akan memberinya blok dengan 67 kursi.

Eisenkot dilaporkan tengah melobi partai-partai mantan koalisi Netanyahu untuk bergabung dengan koalisinya seperti United Torah Judaism dan Shas. Namun, jika Eisenkot berhasil merangkul dua partai ultra-Ortodoks, pun ia hanya akan memperoleh tepat 61 kursi saja.

Ia juga dapat membentuk pemerintahan dengan kurang dari 61 kursi jika berhasil memenangkan pemungutan suara kepercayaan di parlemen.

Jika Eisenkot gagal membentuk pemerintahan dalam batas waktu yang diberikan, Herzog akan menunjuk kandidat lain. Jika kandidat kedua juga gagal, mayoritas parlemen dapat mendukung kandidat ketiga, yang akan diberikan waktu terakhir selama 14 hari.

Jika sekali lagi tidak ada pemerintahan yang terbentuk, pemilu baru akan digelar dalam waktu 90 hari, sementara Netanyahu tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara.

Singgasana PM Netanyahu yang sudah didudukinya sejak 18 tahun agaknya memang sulit untuk digoyah. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here