Berumur Panjang hingga 145 Tahun, Mbah Gotho Ingin Cepat Meninggal

Mbah Gotho/ liputan6.com

SRAGEN – Kakek kelahiran 31 Desember 1870, Sodimejo, atau akrab disapa Mbah Gotho, mengaku ingin cepat meninggal dunia.

“Pinginnya ya cuma mati. Cucu sudah mandiri, ” kata Mbah Gotho, dikutip dari liputan6.com. Keinginannya tidak hanya di bibir saja, karena ternyata ia sudah menyiapkan berbagai perangkat jika sewaktu-waktu dirinya meninggal, mulai dari batu nisan, cungkup, serta kayu untuk penutup liang lahat, yang disimpan di rumahnya di Dusun Segeran, Desa Ceeng, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah.

Menurut pengakuan cucunya, Suryanto, Mbah Gotho memang sengaja sudah menyiapkan semua perangkat yang digunakan untuk perlengkapan pemakaman. Bahkan, semua perangkat itu sudah disiapkan sejak puluhan tahun lalu.

“Itu nisannya sudah sejak tahun 1992. Jadi sudah 24 tahun lalu. Sementara batu nisan dan kayu untuk penutup liang lahat itu juga sudah ada. Saya kumpulkan di pojok ruangan, ” kata Suryanto.

Nisan yang terletak di depan rumah Mbah Gotho berbahan keramik berwarna putih itu teronggok dengan perkakas lainnya. Tak hanya itu, di batu nisan juga sudah tertulis nama Sodimejo.

“Pokoknya semua sudah siap, termasuk lahan makamnya juga sudah ada. Lahan makam dekat dengan anak Mbah Gotho,” kata Suryanto.

Memiliki usia lebih dari seratus tahun tentu saja adalah sebuah anugerah. Bertahan hingga usia itu, apa rahasia panjang umur Mbah Gotho? “Resepnya itu cuma sabar lan nrimo,” kata Mbah Gotho.

Usia Mbah Gotho yang sangat panjang hingga dimuat di media luar negeri, seperti di Daily Mirror, yang membahasnya pada Jumat (27/8/2016). Dituliskan dalam portal online nya, jika benar sesuai dokumentasi kelahiran usianya mencapai 145 bahkan akan berusia 146 di bulan Desember nanti, maka Mbah Gotho akan terverifikasi sebagai orang tertua di dunia di dunia. Rekor usianya akan mengalahkan wanita Prancis Jeanne Calment, yang hidup sampai usia 122 tahun.

Advertisement