INDIA (KBK) – Seorang anak yatim dan berasal dari keluarga miskin di Desa Bulandshahr Uttar Pradesh, India, terpaksa menggugurkan kandungannya yang sudah berumur 5 bulan, Senin (29/8/2016).
Kehamilan remaja 14 tahun itu, dikarenakan pemerkosaan yang dilakukan berulangkali oleh seorang remaja sekampungnya dalam rentang waktu Pebruari – April 2016.
Aborsi itu dilakukan oleh dukun di desa, tidak jauh dari Kantor polisi Kotwali Dehat dari Bulandshahr.
Menurut polisi, beberapa penduduk mendapati korban setengah sadar dan membawanya ke kantor polisi, dengan janin yang ditaruh dalam kantong plastik.
Perempuan tersebut menuduh, Mohammad Yunus, dari desa yang sama – Bhaipura – dan bekerja di Gujarat yang telah menghamilinya.
Polisi tidak memberikan rincian lebih lanjut, hanya mengatakan Mohammad Yunus itu cuti awal tahun ini, dan pulang ke desanya. Di saat itulah ia melakukan penyerangan seksual kepada Devi (bukan nama sebenarnya). Namun demikian sampai Senin malam, Polisi belum melakukan penangkapan terhadap terduga.
Sebelum menggugurkan kehamilannya, ibunya Devi telah mendatangi rumah Yunus di desa dan mengadukan masalahnya kepada ibu Yunus.
“Ibu Yunus memberi ibu saya Rs 1.000 untuk menggugurkan kandungan saya,” kata Devi kepada Polis.
Karena mereka bersal dari keluarga miskin tidak berani melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Menurut pengakuan Devi, dia sudah dua kali mencoba mengaborsi lewat dukun beranak, namun yang pertama gagal. Setelah mencoba untuk kedua kalinya. Ia baru berhasil.
Seperti dikutip dari Indian Express, Polisi sedang menyediliki kasus ini dan korban sudah dirawat di rumah sakit karena masih dalam kondisi lemah.





