TKW asal Kediri Berkesempatan Pidato di KTT PBB

Eni Lestari, TKW asal Kediri yang akan berpidato di KTT PBB New York/ tempo.co

MALANG – Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kediri, Jawa Timur, Eni Lestari akan berpidato di pembukaan KTT ke-71 PBB di New York, Amerika Serikat pada 19 September 2016, yang akan dihadiri 1.900 peserta dari seluruh negara di dunia.

Dalam pidatonya nanti, Ketua International Migrant’s Aliance (IMA), sebuah aliansi yang beranggotakan 120 organisasi buruh migran dari 19 negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin ini akan berbicara tentang isu migran dan pengungsi di hadapan para pemimpin dari berbagai belahan dunia.

Meski hanya diberi durasi waktu sekitar tiga menit, namun ia menekankan akan menyampaikan tiga isu besar persoalan buruh migran.

“Saya akan berbicara tentang kondisi buruh migran dunia, termasuk di Indonesia. Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh dunia internasional,” kata Eni saat ditemui dalam sebuah kegiatan buruh migran di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (29/8/2016).

Lebih lanjut ia menjelaskan hal pertama yang dibahas dalam pidatonya nanti ditujukan pada negara pengirim, tempat transit, dan penempatan para buruh migran. Dia meminta ketiganya untuk lebih memperhatikan kesejahteraan buruh migran, melihat mereka sebagai manusia, bukan semata demi keuntungan.

Ke dua, dia bakal menyampaikan pesan pada negara penerima buruh migran agar mengakui dan menerima hak sosial politik yang setara dengan warga negara penerima. Sehingga, buruh migran tak dilihat kontribusi ekonominya saja.

Ke tiga, kepada negara pengirim buruh migran agar tak menjadikan warganya yang bekerja di luar negeri sebagai strategi pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi.

“Selama ini mengirim buruh migran sama dengan menjual warga negaranya karena menghasilkan uang, devisa negara untuk menutup defisit anggaran,” papar Eni, sebagaimana dikutip dari liputan6.com.

Advertisement