500 Petugas Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban Disebar di Jabar

Ilustrasi hewan kurban/ araahmah.com

BANDUNG – Sebanyak 500 petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban disebar Pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna menjamin kesehatan, keamanan dan kehalalan hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 12 September mendatang.

Seperti dilansir Republika, Minggu (4/9/2016), Kadis Peternakan Jabar, Dodi Firman Nugraha mengatakan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban ini berasal dari Dinas Peternakan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jabar, Mahasiswa dan Dosen Kedokteran Hewan Unpad serta dari DKM dan MUI.

“DKM dan MUI, kami terjunkan untuk menjamin halalnya hewan kurban,” ujar Dodi.

Ia mengungkapkan jika pemeriksaan hewan kurban di seluruh Kabupaten dan Kota di Jabar sudah dilakukan sejak tanggal 1 September lalu. Pemeriksaan, akan terus dilakukan hingga menjelang hari H.‬

Sementara itu sosialisasi dan bimbingan teknis ataupun pelatihan pemotongan hewan kurban juga telah dilaksanakan sejak sebulan yang lalu.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga mengatakan Pemprov Jabar setiap tahunnya selalu menurunkan tim kesehatan ke lapangan untuk menjamin masyarakat saat membeli hewan kurban bahwa hewan tersebut sehat dan layak dikonsumsi serta sesuai dengan syariah Islam.

“Kami setiap tahun selalu menyediakan tim kesehatan hewan kurban supaya ada jaminan kesehatan bagi masyarakat saat membeli hewan kurban bahwa hewan tersebut sehat dan layak dikonsumsi,” katanya.

Jaminan tersebut juga, kata dia, sesuai dengan Undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan dimana Pemerintah Daerah diamanatkan bertanggung jawab menjamin daging yang beredar di masyarakat harus memenuhi persyaratan aman, sehat dan halal.‬

Heryawan mengimbau, masyarakat yang akan membeli hewan kurban untuk datang ke tempat penjualan hewan kurban yang sudah terdapat label sehatnya.‬ “Artinya itu sudah diperiksa jadi sudah aman,” ucapnya.

Gubernur Aher juga mengungkapkan ciri-ciri hewan sehat dan layak dipilih yakni gemuk, tidak keluar cairan pada hidung, lincah dan tidak kurus.‬

“Itu berarti sehat, pilihlah hewan kurban dengan ciri-ciri seperti itu,” ujarnya.

Namun, kata dia, bila hewan terlihat murung itu bisa jadi sedang sakit atau demam tak boleh dipilih. Apalagi, yang terjangkit penyakit lain seperti cacing hati itu dagingnya boleh tapi hatinya tidak.

Advertisement