PYONGYANG – Kantor berita pemerintah Korea Utara (Korut), KCNA, melaporkan puluhan ribu bangunan di bagian timur laut negara itu rusak akibat banjir kemarin.
Hujan yang turun sejak jumat itu merupakan terburuk yang pernah terjadi selama puluhan tahun. Media pemerintah juga mendesak semua tentara dan warga sipil bergabung untuk membantu korban.
Laporan itu tidak memberikan korban tewas atau angka pasti kerugian akibat kerusakan, tapi hanya mengutip pernyataan Komite Pusat Partai Buruh yang berkuasa mengatakan puluhan ribu rumah dan bangunan telah runtuh. Banjir juga menyebabkan kereta api, jalan-jalan, pasokan listrik, pabrik, dan lahan pertanian hancur atau tenggelam. Laporan itu menyatakan warga di Provinsi Utara Hamgyong menderita kesulitan.
Komite Pusat Partai Buruh menyatakan dorongan utama dari kampanye 200 hari mobolisasi massa nasional yang berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian akan diarahkan untuk membantu korban banjir.
“Tujuannya adalah untuk mengarahkan segara upaya untuk pembangunan rumah tinggal untuk memberikan warga yang dilanda banjir dengan kehangatan dan mengubah wilayah banjir yang hancur menjadi negeri dongeng di era Partai Buruh dalam tahun ini,” pernyataan komite seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (11/9/2016).
Sebelumnya laporan PBB pada pekan lalu, mengutip data dari pemerintah Pyongyang, mengatakan 60 orang telah tewas dan lebih dari 44.000 menjadi tunawisma di sepanjang Sungai Tumen, yang sebagian menandai perbatasan dengan China dan Rusia.





