DAMASKUS—Musim dingin yang akan berlangsung dalam dua bulan ke depan mengancam jutaan pengungsi di Suriah maupun Irak. Selama November hingga Februari mendatang, diduga akan sulit dilalui para pengungsi.
Untuk itu, badan pengungsi PBB (UNHCR) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif bagi pengungsi di Timur Tengah, khususnya Suriah dan Irak. UNHCR telah menyiapkan dana sebesar US$ 343 juta. Bantuan ini terdiri dari uang tunai, perlengkapan musim dingin, tempat tinggal, maupun makanan.
“Rencana bantuan musim dingin ini meurpakan bagian dari upaya lanjutan UNHCR dalam melindungi kelompok rentan pengungsi dan pengungsi internal (IDP) di Timur Tengah,” demikian disampaikan Clare Askew dari UNHCR dalam siaran pers-nya yang diakses Selasa (13/9/2016).
Ia menambahkan, sedikitnya ada 4,57 juta pengungsi Suriah dan Irak yang kondisinya sangat rentan dan membutuhkan bantuan. UNHCR memperkirakan, lebih dari 14,5 juta orang telah mengungsi dari rumah mereka di Suriah dan Irak. “Lebih dari 5 juta mencari perlindungan di negara-negara tetangga,” tambahnya.
Kondisi perang saudara di sejumlah negara Timur Tengah juga melahirkan kemiskinan yang parah. Di Libanon misalnya, 70 persen pengungsi asal Suriah yang tinggal di sini hidup di bawah garis kemiskinan. Sebanyak 50 persen di antaranya berada dalam kondisi kemiskinan ekstrim.
Demikian halnya di Yordania, di mana 93 persen pengungsi, baik dari Irak maupun Suriah hidup di bawah garis kemiskinan. Hingga kini belum ada tanda-tanda peperangan akan berakhir.




