Sungai Martapura Berwarna Hijau karena Pencemaran Pupuk

Sungai Martapura yang mendadak hijau/ Akun Facebook Ibnu Sina

BANJARMASIN – Air Sungai Mertapura, Banjarmasin yang mendadak menjadi hijau, diketahui ternyata mengalami pencemaran pupuk setelah sampel air diteliti.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Hamdi mengatakan perubahan warna air Sungai Martapura diakibatkan pencemaran limbah pupuk pertanian dan pemberian pakan ikan keramba yang berlebih. Hamdi mengakui perubahan wujud ini sudah menjadi fenomena tahunan. “Tahun ini lebih panjang sampai semingguan,” ujarnya, Rabu (14/9/2016).

Menurut Hamdi, aliran limbah dari kawasan hulu Sungai Martapura memicu turunnya kadar oksigen di perairan. Selain itu, kondisi ini mendorong pertumbuhan alga lebih banyak. Alga pun membutuhkan oksigen untuk membantu proses fotosintesis di dalam perairan. Itu sebabnya, kata Hamdi, ada perebutan kebutuhan oksigen di tengah menipisnya pasokan oksigen.

“Makanya, ikan muncul ke permukaan untuk mencari kandungan oksigen lebih banyak. Sebagian mati karena oksigen di dalam perairan menipis,” ujar Hamdi sambil menambahkan, “Ini berdampak negatif terhadap biota air.” lanjutnya, dikutip dari Tempo.co.

Kendati demikian, dalam dua-tiga hari ke depan, warna air Sungai Martapura diprediksi kembali normal menjadi keruh kecokelatan. Fisik warna air yang bening kehijauan, menurut Hamdi, memang cenderung menarik, tapi kualitasnya menurun. Meskipun terimbas limbah pertanian, ia menjamin air Sungai Martapura masih dalam batas aman untuk digunakan.

“Tingkat keasamannya (pH) 6,33, jadi masih aman karena pH dalam rentang 6-9. Kalau di bawah 6, artinya derajat keasamannya tinggi dan perlu perlakuan khusus untuk menaikkan pH,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, fenomena air sungai yang menjadi hijau diimbau kepada warga agar tidak dikonsumsi secara langsung dan harus diolah secara baik sebelum dikonsumsi.

Advertisement