BMKG: Waspada Curah Hujan Tinggi di Bulan Oktober

Ilustrasi hujan angin/ Foto: newsth.com

CILACAP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan adanya peningkatan intensitas dan curah hujan pada musim hujan 2016-2017 yang diprakirakan mulai berlangsung pada bulan Oktober.

Untuk itu BMKG mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai hal tersebut,
“Ini karena La Nina diprakirakan masih akan berlangsung hingga bulan Januari 2017 sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi peningkatan curah hujan selama musim hujan. Dalam hal ini, curah hujannya diprakirakan di atas normal akibat pengaruh La Nina,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (14/9/2016).

Berdasarkan pengamatan BMKG terhadap curah hujan selama musim kemarau 2016 di Cilacap tercatat sangat tinggi akibat pengaruh La Nina. Dia mencontohkan curah hujan pada bulan Juli tercatat mencapai 754 milimeter, sedangkan dalam kondisi normal hanya 118 milimeter per bulan.

Sementara pada bulan Agustus, kata dia, mencapai 327 milimeter atau meningkat hampir tiga kali lipat dari kondisi normal yang sebesar 90 milimeter per bulan.

“Bahkan, curah hujan bulan September yang normalnya sebesar 270 milimeter namun akumulasi curah hujannya sejak tanggal 1 hingga 13 September telah mencapai 168 milimeter. Yang dikhawatirkan bulan November yang normalnya 507 milimeter bisa jauh lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu menanggapi masa pancaroba, Teguh memprakirakan masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan tidak terjadi karena pengaruh La Nina mengakibatkan terjadinya hujan sepanjang tahun 2016.

Kendati demikian, dia mengakui jika dalam kondisi normal, bulan September merupakan masa pancaroba di sebagian wilayah Jawa Tengah bagian selatan yang ditandai dengan terjadinya hujan disertai petir.

“Selama bulan September di Cilacap belum terjadi petir namun kalau di Purwokerto memang sudah ada petir karena biasanya sudah memasuki masa pancaroba,” katanya. Demikian dilaporkan Antara.

Advertisement