
MAGELANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mendorong pemerintah daerah agar setiap pasar yang ada dapat memiliki Tempat Penitipan Anak (TPA).
Menteri Yohana menilai penting keberadaan TPA untuk membantu para penjual agar tetap perhatian pada anak-anaknya. Hal tersebut diungkapkannya ketika mengunjungi TPA Yayasan Ibu di dalam komplek Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Kamis (15/9/2016).
Menurutnya ia sudah berkeliling ke pasar di hampir seluruh Indonesia, tapi masih sedikit sekali pasar yang memiliki TPA.
“Padahal, TPA di pasar itu penting untuk membantu para pedagang yang membawa anak-anak. Dari pada tidak terurus di rumah saat berjualan, lebih baik dititipkan di TPA. TPA di Pasar Rejowinangun ini saya kira patut menjadi model untuk pasar lain di Indonesia,” ujarnya.
Setiap pasar yang ada ditegaskannya harus ramah terhadap anak dan alangkah lebih baiknya lagi pasar memiliki taman bermain untuk anak. Karenanya Kementerian berkomitmen akan mendampingi terus daerah dalam mewujudkan hal itu.
“Kami akan dampingi terus agar pasar ramah anak. Sudah ada peraturan menteri No 5/2015 yang mengatur di setiap instansi pemerintah atau swasta harus ada penitipan bayi dan tempat bermain anak dalam rangka membantu orang tua dalam bertugas,” katanya.
Sementara itu, Yohana mengemukakan kunjungannya ke Kota Magelang ini dalam rangka mengapresiasi Pemkot Magelang yang sejak beberapa tahun terakhir terus melakukan upaya menjadi Kota Layak Anak (KLA). Bahkan, Kota Jasa ini pun sampai memiliki RW (rukun warga) layak anak.
“Kota Magelang termasuk dalam 77 kota/kabupaten layak anak di Indonesia dan mendapat predikat ini dalam kategori madya. Kami dukung terus agar meningkatkan capaiannya dari kategori madya ke lebih tinggi lagi, yakni nindya,” tuturnya, dikutip dari suaramerdeka.




