Giliran Ponorogo Kebagian Makanan Tambahan dari Presiden

Ilustrasi, Presiden Jokowi bagikan biskuit di Sibolga/ Tempo.co

PONOROGO – Setelah memberikan makanan tambahan dalam kunjungannya di beberapa kota, kini giliran di Ponorogo Presiden Jokowi berkesempatan membagikan makanan tambahan yang digagas untuk mengurangi gizi buruk.

Jokowi mengunjungi masyarakat di dua desa di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yakni Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, dan Desa Jambon, Kecamatan Jambon.

Makanan tambahan berupa roti biskuit dibagikan kepada ratusan ibu-ibu hamil, balita dan anak-anak sekolah yang notabene mereka merupakan kekurangan gizi.

“Tadi sudah dibagikan roti biskuit tambahan gizi baik untuk anak-anak, balita dan untuk ibu-ibu hamil. Saya hanya titip ke anak-anak, anak-anak sudah terima semuanya ya? Ini anak-anak saya titip kalau pagi sarapan, roti biskuit yang ini hanya tambahan,” ujar Jokowi, Senin (19/9/2016), seperti dilaporkan RRI.co.id.

“Tapi tetap ditimbang di pos yandu dan puskemas, kalau beratnya sudah normal, sudah baik, cuma jangan gemuk banget juga gak boleh, tidak betul. Saya ingin anak-anak kita sehat, nanti sekolah yang baik supaya pintar dan cerdas,” imbuh Presiden.

Ia juga memberikan pesan pada ibu-ibu hamil di Desa Jambon. “Saya titip anak-anak kita di dalam kandungan itu adalah sangat menentukan untuk kepintaran kepandaian, kesehatan. Pada saat lahir nanti dan seterusnya, menentukan sekali.” pesannya.

“Oleh sebab itu, di dalam kandungan harus hati-hati, makananya bergizi baik sayur, buah baik sumber protein yang baik harus diberikan kepada anak-anak kita yang masih dalam kandungan. Itu kuncinya,” tambah Jokowi.

Kepada wartawan, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan ini dalam upaya untuk mengatasi gizi buruk. Dalam data yang ia terima disebutkan masih banyak penderita gizi buruk di daerah yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Semuanya, di tempat-tempat sudah kita identifikasi diperlukan makanan tambahan ya diberikan, baik untuk ibu hamil, balita, untuk anak-anak sekolah itu semuanya itu diperlukan, untuk apa? investasi masa depan kita, investasi SDM Indonesia kita ke depan, bukan dipanen sekarang, ndak,” jelasnya.

Menurutnya untuk menangani masalah gizi buruk memerlukan proses yang lama. Namun Presiden Jokowi menegaskan pemerintah berkomitmen mengatasi masalah ini agar tidak menjadi beban sosial, penangannya tidak hanya fokus di Jawa saja tetapi juga di luar pula Jawa.

“Bukan dikurangi, kita minta sudah 1,2,3 tahun itu tertangani semuanya. Jangan sampai sudah terlanjur, memang perbaikinya perlu waktu yang panjang. Oleh sebab itu, apa sasarannya ibu hamil, mengapa sasarannya yang masih balita, sebelum terlambat kita ingin kejar itu agar tidak menjadi beban sosial ke depan.” tegasnya.

Ia pun mengungkapkan pemberian makanan tambahan ini akan terus dilangsungkan ke wilayah lain, “Iya nanti semuanya, kan sudah dimulai, kemarin di Nias, Banten, Situbondo sekarang di Ponorogo, meskipun saya lihat di Jatim relatif lebih baik dibanding dengan lain,” tambahnya.

Advertisement