GARUT – Aktivitas siswa dimulai hari ini di sekolah=sekolah yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun mereka masih belum kondusif belajar melainkan masih gotorng royong membersihkan endapan lumpur.
Salah satunya di SMPN 3 Tarogong Kidul, Senin (26/9/2016) siswa membersihkan lumpur pasca banjir bandang di ruang kelas dan ruangan lainnya. Siswa sibuk mengepel, mengangkat kursi dan meja, hingga menyimpan buku-buku yang masih bisa dipakai.
Selain itu beberapa siswa mondar-mandir membawa ember kecil berisi air yang akan digunakan untuk mengepel. Sebagian siswa istirahat dengan duduk-duduk dan berdiri di sekitar ruang kelas sambil berbincang. Semuanya bergotong royong agar sekolah mereka kembali bersih dan segera dapat dipakai untuk belajar.
Selain siswa, beberapa guru juga tampak sibuk melakukan pendataan siswa yang memerlukan perlengkapan sekolah. Pukul 08.40 WIB, para siswa masih tampak sibuk melakukan membersihkan sekolah. Kegiatan belajar pun belum dimulai.
Seperti dilansir Sindonews, Zaki (12), siswa kelas VII, mengaku sengaja pergi ke sekolah meski kini tidak punya seragam sekolah, tas, serta sepatu. Ia ingin kembali belajar di sekolah karena sudah beberapa hari sekolah diliburkan. Dia merindukan suasana belajar dan bertemu dengan teman-temannya.
“Perlengkapan sekolah mah kebawa banjir. Ada beberapa buku yang tersisa. Tapi kebanyakan kebawa banjir,” ujar Zaki.
Diberitakan sebelumnya, masih ada 2.200 siswa di Garut yang membutuhkan bantuan perlengkapan sekolah karena semuanya sudah ludes terbawa banjir bandang yang menerjang Garut, Selasa (20/9/2016).





