JAKARTA (KBK) – Penyisiran dilakukan relawan untuk mencari 20 korban yang hilang karena banjir bandang Garut, melalui darat maupun sungai.
“Penyisiran diperluas hingga wilayah Sumedang. Tim SAR mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang,” ungkap Sutopo, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, melalui siaran pers yang diterima KBK, Senin (26/9/2016).
Dikatakannya, Tim SAR gabungan berasal dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, relawan, NGO, SKPD dan masyarakat.
Sutopo menjelaskan, kendala pencarian korban adalah luasnya wilayah yang terdampak banjir bandang. Tim SAR harus mencari korban yang tertimbun bekas bangunan dan lumpur.
“Tidak semua lokasi dapat dijangkau alat berat sehingga pencarian dengan manual. Saat ini 5 alat berat dan 8 anjing pelacak dari Polda Jawa Barat dikerahkan. Akses menuju lokasi terdampak juga sempit. Di sungai, kondisi aliran Sungai Cimanuk keruh karena sedimentasi tinggi. Tim SAR menyusuri sungai hingga Waduk Jatigede di Sumedang. Cuaca juga kurang bersahabat karena hujan sering turun,” jelas Sutopo.
Hingga Minggu (25/9/2016) sore, tercatat 33 orang korban tewas, 20 hilang, 35 orang luka-luka dan 6.361 orang mengungsi. Pendataan sementara terdapat 2.049 rumah rusak yang meliputi 283 rumah hanyut, 605 rumah rusak berat, 200 rumah rusak sedang dan 961 rumah rusak ringan.





